Lombok Tengah (Inside Lombok) — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar Musrenbang Tematik Pendidikan di Ballroom Kantor Bupati Loteng, Rabu (11/2/2026), untuk mendorong perencanaan pembangunan pendidikan yang kolaboratif dan berbasis permasalahan. Forum ini melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna merumuskan prioritas pembangunan yang realistis dan dapat diimplementasikan.
Kepala Bidang AP2M Bapperida Loteng, Sri Mulyana Widiastuti, mengatakan Musrenbang Tematik menjadi wadah bersama untuk membahas tantangan aktual di sektor pendidikan. “Perencanaan tidak bisa lagi berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi agar kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini dirancang sebagai ruang diskusi lintas sektor guna mengidentifikasi persoalan pendidikan secara komprehensif, mulai dari akses hingga mutu layanan.
Perwakilan Program Inovasi Provinsi NTB, Jamaludin, menilai forum tersebut menjadi momentum untuk mengangkat isu pendidikan berbasis data dan kondisi riil sekolah. Ia menekankan agar usulan program disusun sesuai kapasitas daerah dan selaras dengan kebijakan nasional maupun daerah.
“Usulan prioritas harus terukur dan memungkinkan untuk dilaksanakan, bukan sekadar daftar kebutuhan,” katanya.
Wakil Bupati Loteng, Nursiah menyatakan pendekatan tematik dalam Musrenbang menuntut analisis mendalam terhadap akar persoalan pendidikan. “Partisipasi aktif kepala sekolah dan tenaga pendidik menjadi kunci dalam merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” kata Nursiah.
Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta mitra pembangunan sebagai bagian dari penguatan sinergi pembangunan pendidikan di Loteng.

