Lombok Tengah (Inside Lombok) – Puluhan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Lombok Tengah (Loteng) yang gagal berangkat pada kelompok terbang (kloter) dua diminta bersabar. Pemberangkatan ulang dijadwalkan pada kloter selanjutnya, sambil menunggu visa yang masih dalam proses.
Kepala Kantor Kementerian Agama Loteng, Nasrullah mengatakan pihaknya memastikan seluruh JCH asal Loteng akan berangkatkan, meski ada masalah komunikasi terkait dengan beberapa jamaah yang belum keluar visanya. “Sebenarnya yang 52 JCH yang belum keluar visanya kemarin itu ada 36 orang saja tapi karena ada jamaah yang suami istri, ada suami istri yang belum keluar visanya jadi mereka tidak ingin berangkat pisah,” ujarnya, Senin (5/5) saat menghadiri acara jemaah haji di Bodak.
Kemenag saat ini disebutnya sedang melakukan proses penggabungan kloter 6 dan kloter 7 jemaahnya hanya 43 orang sehingga masih dalam proses. “Kita sedang gabungkan manifesnya. Menurut informasi dari PHU tadi malam sekitar 30 orang yang belum keluar visanya sampai tadi malam kloter 6 dan 7,” jelasnya.
Nasrullah menerangkan, terkait dengan pengurusan visa JCH ini sepenuhnya merupakan kewenangan dari pemerintah Arab Saudi. Pihak hanya mengusulkan jamaah yang sudah memenuhi persyaratan dokumen seperti istitoah sudah ada paspor dan lain-lain.
“Baru kita usulkan ke Kanwil baru diverifikasi di sana, begitu juga kanwil langsung diserahkan ke pusat, setelah dianggap layak baru diusulkan ke Saudi. Visa ini sepenuhnya kewenangan Arab Saudi,” terangnya.
Menurutnya keterlambatan beberapa jamaah ini tidak terjadi hanya di Loteng tapi ini juga ada di beberapa tempat, karena Arab Saudi juga mengurus jutaan umat di dunia yang ingin datang ke Baitullah itu. “Sekarang pemerintah Arab Saudi sangat ketat untuk menghindari jemaah yang tidak reguler sehingga betul-betul di verifikasi,” tandasnya. (fhr)

