25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahPeringatan HMPI 2025, Kementerian Kehutanan Tanam Pohon Serentak di 31 Provinsi

Peringatan HMPI 2025, Kementerian Kehutanan Tanam Pohon Serentak di 31 Provinsi

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 digelar di Persemaian Mandalika, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Selasa (25/11), sebagai bagian dari Gerakan Nasional Penanaman Pohon Serentak di 31 provinsi yang dipimpin Menteri Kehutanan melalui video conference dari Taman Nasional Gunung Merapi, Magelang.

Kepala BPDAS Dodokan Moyosari, Sigit Haryadi, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan strategis penyangga KEK Mandalika. Ia menjelaskan penanaman dilakukan di lahan seluas satu hektare dengan 200 bibit produktif serta melibatkan 200 peserta dari Forkopimda Lombok Tengah, UPT Kemenhut NTB, OPD Provinsi NTB, organisasi kepemudaan, pramuka, dan kelompok masyarakat.

Sigit menerangkan bahwa kawasan Mandalika menghadapi tekanan lahan akibat pembangunan dan aktivitas pariwisata sehingga penguatan vegetasi menjadi kebutuhan mendesak. “Kegiatan ini bukan seremonial. Hasil pelaksanaannya akan kami laporkan langsung kepada Menteri Kehutanan,” tegasnya.

Sigit menambahkan bahwa persemaian BPDAS Dodokan Moyosari di Mandalika, Pringgabaya, dan Manggalewa tetap menyediakan bibit unggul dan gratis bagi masyarakat NTB. Ia menyebut jenis bibit yang ditanam meliputi pohon endemik dan pohon buah produktif seperti bibit besar, alpukat, nangkadak, kenari, kelengkeng, bisbul, jamblang, dan kemiri.

Bupati Lombok Tengah yang diwakili Kadis LHK Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, menegaskan bahwa gerakan menanam pohon harus menjadi kegiatan berkelanjutan di berbagai lokasi. Ia menyatakan keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi sektor pariwisata Mandalika dan perekonomian daerah.

Sarkin mengajak masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan komunitas lingkungan menjaga vegetasi terutama di wilayah penyangga Mandalika dan daerah rawan kekeringan. “Momentum ini sangat penting karena penanaman dilakukan di kawasan strategis Persemaian Mandalika yang mendukung penghijauan sekitar KEK Mandalika,” katanya.

Sarkin menilai Mandalika harus menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan karena kualitas ekosistem dipengaruhi kondisi tutupan vegetasi. Ia mengingatkan bahwa penggundulan dan tekanan pembangunan dapat menurunkan ketersediaan air, meningkatkan erosi, dan mengganggu ekosistem.

“Karena itu, penanaman pohon merupakan langkah penting untuk memulihkan fungsi ekologis Loteng sekaligus mendukung sektor pariwisata yang bergantung pada kualitas lingkungan,” tandasnya.

Kegiatan penanaman pohon dalam peringatan HMPI 2025 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tutupan vegetasi dan menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan Mandalika serta wilayah Lombok Tengah.

- Advertisement -

Berita Populer