Lombok Tengah (Inside Lombok) – Inside Lombok melaporkan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyatakan produksi cabai di Loteng mencapai sekitar 80 ton hingga minggu kedua bulan ini dari total luas tanam 78 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ton diperkirakan masih tersedia. Meski sempat menembus Rp190 ribu per kilogram di Pasar Renteng, harga cabai kini turun menjadi Rp100 ribu per kilogram.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin, menjelaskan rata-rata produktivitas petani menghasilkan hampir 80 ton cabai dari luas tanam yang tercatat. “Kalau dilihat dari data sampai minggu kedua bulan ini, luas tanam cabai mencapai 78 hektare. Rata-rata produksinya hampir 80 ton. Sekitar 40 ton masih tersedia,” ujarnya.
Ia menyebut ketersediaan tersebut belum tentu seluruhnya beredar di wilayah Loteng karena distribusi mengikuti mekanisme pasar. Menurutnya, pedagang dari luar daerah dapat membeli cabai di Loteng untuk dijual kembali ke luar daerah.
“Bisa saja pedagang dari luar membeli di Loteng lalu dijual kembali ke luar daerah. Kita beli di Pasar Mandalika, mereka beli di Loteng, jadinya kita seperti beli barang kita sendiri. Begitulah mekanisme pasar,” jelasnya merujuk Pasar Mandalika.
Dinas Pertanian menegaskan tidak memiliki kewenangan menekan harga di tingkat pasar karena stok berada di petani. Produksi tetap tersedia, namun tidak banyak petani yang menanam cabai karena sebagian besar sedang memasuki musim tanam padi.
“Kami memang tidak memegang stok karena stok ada di petani. Produksi ada, tapi memang tidak banyak petani yang menanam cabai saat ini karena sebagian besar sedang musim tanam padi. Harga tetap tergantung pada mekanisme suplai dan permintaan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, H. M. Nursiah, melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Renteng untuk memantau harga kebutuhan pokok. Dalam sidak tersebut, ia menyampaikan harga cabai yang sebelumnya mencapai Rp190 ribu per kilogram telah turun menjadi Rp100 ribu per kilogram.
“Alhamdulillah, harga cabai yang sebelumnya mencapai Rp190 ribu per kilogram kini sudah turun menjadi Rp100 ribu. Ini tentu kabar baik bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner,” ujarnya.
Ia menambahkan harga kebutuhan pokok lain seperti bawang, beras, dan minyak goreng terpantau stabil. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan rutin guna menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga di pasar. “Pemda akan terus memastikan agar masyarakat bisa berbelanja dengan tenang dan nyaman, dengan harga yang wajar dan terjangkau. Kami akan tetap memantau kondisi ini demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.

