Lombok Tengah (Inside Lombok) – Puluhan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terancam ditutup sementara karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga saat ini, seluruh dapur MBG di daerah tersebut belum mengantongi sertifikat yang menjadi syarat utama operasional.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, DR. Suardi, menyebutkan bahwa hingga kini belum ada satu pun dapur MBG yang memiliki SLHS, meski beberapa di antaranya sudah mulai mengajukan. “Saat ini yang ada hanya sertifikat penjamah makanan. Masing-masing dapur memiliki 47 sertifikat penjamah makanan,” ujarnya, Rabu (29/10).
Suardi menegaskan, batas waktu bagi seluruh dapur MBG untuk melengkapi SLHS ditetapkan hingga 31 Oktober 2025. Jika sampai tenggat tersebut belum ada yang memenuhi persyaratan, seluruh dapur MBG di Lombok Tengah akan ditutup sementara. “Kalau sampai tanggal itu tidak ada yang memiliki SLHS, maka dapur MBG di Lombok Tengah akan ditutup sementara,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan penerbitan sertifikat disebabkan karena masih adanya kekurangan administrasi dari pengajuan yang masuk. “Saat ini ada 18 dapur MBG yang sudah mengajukan, tetapi masih ada kekurangan administrasi. Persyaratannya tidak ketat, semuanya sesuai aturan,” paparnya.
Dari total 178 dapur MBG yang direncanakan dibangun di Lombok Tengah, sebanyak 38 dapur telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan. “Yang sedang dalam tahap pembangunan tentu belum bisa kami periksa karena belum beroperasi,” tandas Suardi.

