Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sebanyak 37 warga di Kabupaten Lombok Tengah menjalani perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi es campur yang dijadikan takjil saat berbuka puasa. Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan oleh Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putra Wangsa, mengatakan kasus tersebut mulai terdeteksi pada Rabu (4/3/2026) ketika sejumlah warga mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan mual, muntah, diare, dan pusing.
“Berdasarkan keterangan pasien, mereka membeli es campur di Desa Darmaji pada 3 Maret 2026 untuk berbuka puasa. Gejala mulai dirasakan sekitar 20 menit setelah mengonsumsinya,” katanya, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan sebagian korban awalnya tidak langsung mendatangi fasilitas kesehatan karena mencoba melakukan pengobatan mandiri di rumah. Namun kondisi beberapa pasien kemudian memburuk hingga mengalami dehidrasi sehingga memutuskan mencari penanganan medis pada 4 Maret 2026.
Para korban kemudian mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Lombok Tengah. Berdasarkan data sementara hingga 6 Maret 2026, terdapat 17 orang yang berobat di Puskesmas Muncan, enam orang di Puskesmas Pengadang, delapan orang di Puskesmas Langko, dan enam orang di RSI Yatofa.
Dengan demikian, total sementara warga yang menjalani perawatan akibat dugaan keracunan tersebut mencapai 37 orang. Dinas Kesehatan Lombok Tengah saat ini masih melakukan penyelidikan epidemiologis untuk memastikan sumber penyebab kejadian tersebut.
“Ini masih laporan awal. Tim masih melakukan penelusuran di lapangan untuk memastikan sumber penyebabnya,” ujarnya.

