27.5 C
Mataram
Kamis, 22 Januari 2026
BerandaLombok TengahReses Anggota Dewan DPRD Loteng, Perbaikan Jalan Embung dan Pengembangan Wirausahawan Muda...

Reses Anggota Dewan DPRD Loteng, Perbaikan Jalan Embung dan Pengembangan Wirausahawan Muda Jadi Fokus

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng) Fraksi NasDem, Lalu Galih Setiawan memulai masa reses perdana tahun 2024-2025 dengan mengunjungi sejumlah titik di daerah pemilihannya (dapil). Salah satu isu utama yang mencuat adalah kondisi memprihatinkan Jalan Embung Bombas di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat.

Lalu Galih menuturkan mayoritas masyarakat di wilayah selatan Desa Kateng mengeluhkan kondisi jalan sepanjang tiga kilometer tersebut yang belum mendapatkan perhatian sejak tahun 1990-an. Jalan ini menjadi akses vital bagi delapan dusun di Desa Kateng, namun minimnya perhatian pemerintah menyebabkan berbagai kendala bagi warga, terutama saat musim penghujan.

“Jalan ini sangat penting, terutama bagi delapan dusun di Desa Kateng. Banyak siswa dari wilayah tersebut yang tidak bisa bersekolah saat hujan akibat jalan yang buruk. Kondisinya sangat mendesak untuk segera ditangani,” ujar Lalu Galih.

Sebagai wakil rakyat, Lalu Galih menegaskan bahwa perbaikan Jalan Embung Bombas akan menjadi prioritas utamanya. Ia juga berharap pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Pemda Loteng dapat berkolaborasi dalam memperbaiki infrastruktur tersebut. “Permasalahan ini membutuhkan kerja sama lintas sektor. Saya mendorong semua stakeholder untuk menjadikan ini sebagai prioritas,” tambahnya.

Selain infrastruktur, Lalu Galih juga mendapat keluhan terkait pelatihan bagi pelaku UMKM dan pengembangan wirausahawan muda. Ia menyatakan bahwa aspirasi masyarakat di dapil, yaitu Kecamatan Praya Bapak-Praya Barat Daya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pemerintah daerah.

“Kesempatan ini untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang kami terima akan kami tindak lanjuti secara bertahap, dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat memahami bahwa pemenuhan aspirasi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas. “Permintaan masyarakat sangat banyak, sementara anggaran terbatas. Saya meminta pengertian dari masyarakat bahwa semua akan ditangani, tetapi bertahap,” tandasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer