Lombok Tengah (Inside Lombok) – Revitalisasi bangunan SDN Masjuring di Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, mulai dikerjakan sejak 1 Oktober melalui aspirasi senilai Rp837 juta. Pembangunan lima ruang kelas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan fasilitas MCK tersebut kini mencapai sekitar 56 persen, sementara siswa menjalani proses belajar di tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah.
Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1976 itu sebelumnya dinilai memprihatinkan. Saat proses pembongkaran, seorang tukang dilaporkan terjatuh akibat kayu penyangga yang sudah lapuk, sehingga revitalisasi dinilai sangat mendesak untuk dilakukan. Kepala SDN Masjuring, Lalu Wirta, mengatakan proyek ini ditargetkan rampung pada 15 Desember.
“Alhamdulillah sekolah kami akhirnya tersentuh revitalisasi setelah sekian lama berdiri tanpa rehab,” ungkapnya, Rabu (26/11).
Selama proses pembangunan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski siswa harus belajar di tenda berukuran besar dengan atap terpal. “Memang kenyamanan siswa belum maksimal, karena harus belajar di tenda darurat. Tapi kami tetap bersyukur karena ini adalah kebutuhan mendesak dan akhirnya dapat perhatian,” ujar Wirta.
Pihak sekolah berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu agar aktivitas pembelajaran kembali normal. “Pengerjaan sejak awal bulan lalu, kontraknya sampai akhir Desember, insyallah bisa selesai sehingga siswa bisa kembali belajar kembali ke Kelas,” tandasnya.

