25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahTawuran Siswa Di SMPN 2 Praya Timur, Kadisdik Loteng Minta Sekolah Perketat...

Tawuran Siswa Di SMPN 2 Praya Timur, Kadisdik Loteng Minta Sekolah Perketat Pengawasan

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Lalu Idham Khalid, menanggapi video viral tawuran yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Praya Timur. Peristiwa tawuran antar siswa tersebut terjadi di Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur Pada Jumat (8/8) pekan kemarin.

“Namanya juga anak-anak saling olok saling ejek keluar kemudian ada anak SMA itu laporannya kepala sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Loteng, Lalu Idham Khalid, Selasa (12/8). Idham menekankan, kepada pihak sekolah untuk memperketat pengawasan kepada para siswa sehingga tidak terjadi hal-hal yang seperti itu lagi. “Tentunya pengawasan di sekolah harus terus kita lakukan untuk menghindari kejadian seperti itu lagi,” imbuhnya.

Dikatakan, Pihak sekolah sudah mengumpulkan para siswa yang terlibat dalam tawuran tersebut dan sudah disampaikan kepada orang tua supaya anak-anak tersebut jangan sampai dilepas begitu saja. “Ini kan tanggung jawab bersama ndak bisa juga orang tua lepas tangan, ada berapa sih banyak guru di Sekolah, anak-anak kan cukup banyak,” ujarnya.

Selain itu, para siswa yang terlibat tawuran tersebut masih diberikan kesempatan untuk tetap mengikuti sekolah karena baru mendapatkan sanksi teguran saja. “Kita sudah panggil orang tuanya untuk kita bina sama-sama,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, Sebuah video kelompok pelajar terlibat tawuran di Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Dalam video tersebut sekelompok pelajar baku hantam di jalan dekat areal persawahan yang diduga siswa dari SMPN 2 Praya Timur yang terjadi pada, Jumat (8/8).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Amrullah mengatakan, bahwa peristiwa tawuran tersebut terjadi diluar sekolah dan bukan jam sekolah. “Di depan gerbang ada satpam yang menjaga anak-anak pulang sekolah kemudian kalau sekolah sudah sepi, artinya urusan sekolah sudah lepas tanggung jawab sekolah sudah lepas,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (9/8).

Amrullah mengaku pihaknya benar-benar tidak mengetahui peristiwa tawuran yang melibatkan siswa dari SMPN 2 Praya Timur, pihaknya baru mengetahui peristiwa tersebut setelah video beredar luas di platform Facebook. “Pada hari Jumat itu saya ada di sini, saat itu tidak ada kelas yang kosong bisa dikonfirmasi kepada anak-anak yang ada di sini, mereka full belajar gurunya juga tidak ada yang tidak masuk,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer