25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahTNI Tegaskan Hanya Bertugas Mengawasi Pembangunan Koperasi Merah Putih di Loteng

TNI Tegaskan Hanya Bertugas Mengawasi Pembangunan Koperasi Merah Putih di Loteng

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Komando Distrik Militer (Kodim) 1620 Lombok Tengah (Loteng) memastikan keterlibatan TNI dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hanya sebatas pengawasan. Penunjukan tersebut bertujuan memastikan pembangunan koperasi berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

Dandim 1620 Loteng, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam struktur organisasi Koperasi Merah Putih. “Kami hanya diminta sebagai pengawas pembangunan Koperasi Merah Putih ini. Nanti setelah selesai, semuanya akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah, khususnya para pengurus koperasi di desa,” ujarnya.

Karimmuddin berharap kehadiran KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan mendorong kemandirian masyarakat. “Koperasi ini diharapkan menjadi senter kemandirian wilayah, sehingga perputaran ekonomi berada di desa dan tidak keluar dari wilayah tersebut. Kita mulai dari pembangunan, khususnya sektor pembangunan,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung keberadaan koperasi tersebut. “Harapan saya, masyarakat dapat bergerak bersama untuk memajukan ekonomi desa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Loteng, Ihsan, menjelaskan pembangunan KDMP akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Agranis sebagai pihak pembiaya. Penentuan lokasi pembangunan diserahkan kepada masing-masing desa agar dapat memilih tempat yang representatif dan strategis.

“Kalau tidak ada aset, ya harus sewa. Kalau ada miliknya pemerintah kabupaten atau provinsi bisa disewakan. Kalau desa yang punya lahan, langsung dibangun. Seperti Rembitan kemarin langsung dibangun,” ujarnya.

Ihsan menambahkan, pemerintah daerah memberikan tenggat waktu hingga 15 November 2025 untuk setiap desa menyerahkan data lokasi dan luas lahan yang diajukan. Jenis usaha koperasi nantinya disesuaikan dengan potensi masing-masing desa. “Sangat tergantung kepiawaian dari pengelola KDMP dalam hal ini ketua koperasi dalam melihat dan mengidentifikasi potensi yang ada di masing-masing desa,” tegasnya.

- Advertisement -

Berita Populer