Lombok Timur (Inside Lombok) — Seorang kolektor uang kuno asal Masbagik, Lombok Timur, Aida, menekuni hobi numismatik sejak 2019 dan menjadikannya sebagai aktivitas bernilai ekonomi. Selain mengoleksi, Aida juga melakukan jual beli uang kuno yang mampu memberinya keuntungan hingga jutaan rupiah.
Ketertarikan Aida berawal dari keinginannya memahami perjalanan sejarah Indonesia melalui uang lama. Sejak itu, ia mengoleksi berbagai uang koin dan uang kertas kuno dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Hingga kini, ia mengaku telah menghabiskan dana ratusan juta rupiah untuk melengkapi koleksinya.
Aida memiliki kriteria khusus dalam memilih uang kuno, di antaranya koin perak peninggalan Belanda, koin gobog China dari Dinasti Qing, Ming, dan Sung, serta uang kertas seri bergambar wayang. “Lewat uang kuno, kita bisa melihat bagaimana perjalanan bangsa Indonesia di masa lalu. Ini warisan yang sangat berharga dan patut dibanggakan,” ujar Aida.
Menurut Aida, nilai uang kuno ditentukan oleh tingkat kelangkaannya. Ia menyebut, uang kertas seri Wayang dapat dihargai hingga puluhan juta rupiah, sementara koin emas Indonesia keluaran awal kemerdekaan tahun 1945 bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp500 juta per keping.
Saat ini, koleksi Aida tercatat mencapai ribuan keping uang koin dan lebih dari 400 lembar uang kertas. Koleksi tersebut diperoleh dari dalam dan luar negeri melalui jaringan kolektor yang tersebar di berbagai daerah, termasuk dari China dan Malaysia. Ia juga mengaku banyak membeli koin gobog China dari Dinasti Qing di Lombok serta siap membeli uang kertas seri Wayang dan koin emas Indonesia dari warga lokal.
Aida berharap minat masyarakat Lombok terhadap numismatik dapat terus meningkat. “Saya berharap ke depan semakin banyak masyarakat Lombok yang tertarik dengan hobi uang kuno. Selain menjaga sejarah, ini juga bisa menjadi peluang investasi yang menjanjikan,” pungkasnya.

