Lombok Timur (Inside Lombok) – Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasionalnya. Penghentian ini terjadi karena keterlambatan transfer anggaran dari pemerintah pusat untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Koordinator Wilayah (Korwil) Lotim, Agamawan Salam, menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan dana bukan disebabkan oleh kendala di tingkat wilayah maupun regional. Ia menegaskan, proses dan keputusan pencairan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Perlu kami sampaikan bahwa Korwil dan Kareg tidak berwenang dalam pencairan dana. Semua keputusan berada di tangan pihak pusat,” ujar Agamawan, Rabu (12/11).
Ia menyebutkan, proses pencairan dana dilakukan secara bertahap. Sebagian dapur MBG telah menerima dana, sementara beberapa lainnya masih menunggu proses verifikasi administrasi di pusat. “Proses pencairan sedang dilakukan secara bertahap. Sebagian dapur sudah menerima dana, sementara sisanya masih menunggu perbaikan administrasi dari pusat,” terangnya.
Agamawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan pengelola SPPG yang tetap berkomitmen menjalankan kegiatan meski menghadapi keterlambatan dana. Ia berharap semua pihak tetap bersabar dan menjaga komunikasi dengan baik.
“Kami sangat menghargai kesabaran dan semangat para mitra di lapangan. Mohon agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan tetap percaya pada mekanisme resmi yang sedang berjalan,” imbaunya.
Menurut Agamawan, hingga 12 November 2025 masih terdapat tiga dapur MBG di Lotim yang belum menerima transfer anggaran. Ia berharap proses pencairan dapat segera diselesaikan agar seluruh dapur dapat kembali beroperasi secara optimal. “Kami berharap proses ini segera tuntas, sehingga seluruh dapur MBG dapat kembali beroperasi secara optimal demi kebermanfaatan bersama,” pungkasnya.

