31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurAntisipasi Serangan Siber Terhadap Jurnalis dan Media, Jurnalis di Lotim Ikuti Keamanan...

Antisipasi Serangan Siber Terhadap Jurnalis dan Media, Jurnalis di Lotim Ikuti Keamanan Digital

Lombok Timur (Inside Lombok) – Menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks, sepuluh jurnalis dari berbagai media di Lombok Timur mendapatkan pelatihan dasar keamanan digital. Pelatihan ini digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat (24-25/4), di Aru Coffee, Selong, atas inisiatif Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) bersama Konsorsium Jurnalisme Aman.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan jurnalis dalam menghadapi ancaman siber, yang kini menjadi salah satu risiko nyata dalam menjalankan tugas jurnalistik. Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan tentang komunikasi aman, perlindungan data, serta etika penggunaan media sosial.

“Ini langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi para jurnalis. Keamanan digital kini menjadi kebutuhan utama dalam menjaga kebebasan pers,” ujar Sanusi, salah satu penggiat pelatihan dari Konsorsium Jurnalisme Aman.

Sanusi juga menyoroti kondisi kebebasan pers di Indonesia yang kian tertekan. Tahun 2024 disebutnya sebagai periode suram, di mana dominasi kekuasaan dinilai memperburuk situasi demokrasi dan berimbas pada keselamatan jurnalis.

Berdasarkan data dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), tercatat 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi sepanjang tahun lalu, termasuk kekerasan digital dan perusakan alat kerja. Meskipun belum ditemukan laporan serangan digital terhadap jurnalis di Lombok Timur, langkah antisipatif dinilai sangat penting.

Sanusi menegaskan bahwa pembekalan ini bukan hanya untuk mencegah serangan, tapi juga untuk membangun pemahaman menyeluruh tentang keamanan digital sebagai bagian dari keselamatan profesi.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari dorongan pembentukan Komite Keamanan Jurnalis (KKJ) di berbagai daerah, guna memastikan adanya pemantauan dan penanganan terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis. “Ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat perlindungan bagi jurnalis di era digital,” jelasnya.

Pelatihan ini adalah bagian dari inisiatif Konsorsium Jurnalisme Aman, kolaborasi antara PPMN, HRWG, dan TIFA. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem jurnalistik yang aman serta menjadikan keselamatan jurnalis sebagai perhatian utama.

Sementara itu, Ketua FJLT, Rusliadi mengatakan bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan pada era digital saat ini yang membuat kerawanan serangan pada dunia jurnalistik, khususnya kekerasan pada jurnalis dan media. Baik itu dalam bentuk kekerasan fisik maupun siber. “Ini tentunya sangat bermanfaat sekali untuk melakukan mitigasi, juga dapat meningkatkan kapasitas jurnalis yang ada di Lotim,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer