Lombok Timur (Inside Lombok) – Tanaman tembakau di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali mengalami kerusakan akibat cuaca buruk. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lotim, Lalu Fathul Kasturi, menegaskan bahwa petani tidak bisa memperoleh klaim asuransi lantaran usulan perlindungan ke pemerintah pusat sejak dua tahun lalu belum mendapat persetujuan. “Tidak ada jawaban, yang ada (asuransi) hanya padi dan jagung,” terangnya, Selasa (16/9).
Luas lahan tembakau yang terdampak cuaca tahun ini cukup besar, meski sebarannya tidak merata. Rata-rata kerusakan dialami tembakau yang ditanam pada gelombang kedua atau terlambat tanam. “Kalau yang tanam lebih awal kondisinya sehat-sehat dan sekarang sudah panen daun tengah. Rata-rata yang terdampak ini yang telat tanam,” katanya.
Data Distan Lotim mencatat sekitar 30 hektare lahan tembakau terdampak cuaca buruk. Terdiri dari 18 hektare tembakau virginia dan 12 hektare tembakau rakyat atau rajang. Meski hasil produksi menurun, Kasturi menyebut harga tembakau tahun ini masih tergolong stabil. Penurunan hanya sekitar 10 persen dibanding tahun lalu.
Terkait harga, Pemerintah tidak memiliki kewenangan melakukan intervensi. Namun, Pemda Lotim telah membentuk tim terpadu untuk menjembatani komunikasi antara petani dan perusahaan pembeli. “Alhamdulillah tim ini sangat efektif. Dari informasi perusahaan yang kami datangi, mereka siap membeli semua produksi tembakau petani. Baik petani binaan maupun bukan binaan,” katanya.
Belum terserapnya seluruh hasil panen saat ini disebut karena gudang perusahaan baru dibuka dalam beberapa pekan terakhir. Pihak perusahaan juga memastikan akan membeli semua hasil petani hingga tembakau benar-benar habis terserap oleh 35 perusahaan yang beroperasi di Lotim. “Perusahaan-perusahaan ini sudah memastikan kami, tidak akan tutup sebelum semua tembakau petani habis dibeli,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat kualitas produksi tahun ini menurun. Bahkan pada April-Mei lalu, Distan sudah menginstruksikan penyuluh pertanian agar mengimbau petani menunda waktu tanam. Selain itu, petani juga disarankan menanam sesuai kaidah teknis, salah satunya dengan membuat bedengan lebih tinggi agar tanaman tidak terendam hujan.
“Kami sudah informasikan supaya melakukan penundaan tanam. Karena menurut informasi dari BMKG pada bulan Juni itu masih turun hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

