Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang balita bernama Muhamad Rapip Saki (2,5) dilaporkan hilang saat bermain di sekitar rumahnya di Dusun Dasan Kodarat, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Minggu (8/3) sekitar pukul 07.00 WITA. Hingga pukul 17.00 WITA, tim gabungan dari kepolisian dan warga masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung merespons laporan keluarga dengan menurunkan personel ke tempat kejadian perkara.
“Kami menerima laporan dari keluarga korban dan langsung menerjunkan anggota ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama masyarakat,” ujar IPTU Lalu Subadri.
Menurut keterangan kepolisian, sebelum dilaporkan hilang, ibu korban, Yuni, tengah berjualan di depan rumah dan sempat melihat anaknya bermain di sebuah kubangan air tidak jauh dari tempatnya berada. Sekitar 15 menit kemudian, saat kembali memeriksa, anak tersebut sudah tidak terlihat di lokasi.
“Ibu korban sempat melihat anaknya bermain dari kejauhan. Namun ketika dicek kembali beberapa saat kemudian, korban sudah tidak ada di tempat semula,” jelas Kapolsek.
Keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri di area sekitar rumah, namun tidak menemukan korban. Ayah korban, Amaq Merli (52), kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sembalun sekitar pukul 12.00 WITA.
IPTU Lalu Subadri menjelaskan kondisi lingkungan di sekitar lokasi cukup menyulitkan proses pencarian. Lokasi terakhir korban terlihat berada sekitar 10 meter dari aliran sungai dan dikelilingi rimbunan pohon bambu.
“Lokasi terakhir korban terlihat hanya berjarak sekitar 10 meter dari aliran sungai. Setelah menerima laporan, anggota piket bersama Kanit Intelkam langsung menuju TKP dan melakukan penyisiran,” katanya.
Tim gabungan melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, termasuk di area rumpun bambu serta sepanjang aliran sungai di Dusun Dasan Tengak Timuk. “Hingga sore hari pencarian masih terus dilakukan, tetapi hasilnya masih nihil,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama balita, agar tidak bermain sendirian di area yang berpotensi membahayakan.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang dekat dengan sungai atau lokasi berisiko,” tegas IPTU Lalu Subadri.
Saat dilaporkan hilang, korban diketahui mengenakan sweater berwarna hijau dan celana hijau botol, dengan ciri fisik berkulit putih dan rambut hitam. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari unsur kepolisian, Satsabhara, unit SAR Kecamatan Sembalun, serta warga setempat masih terus melakukan upaya pencarian.

