Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin, serta pihak terkait turun langsung memantau dampak banjir luapan yang terjadi di beberapa wilayah. Salah satunya melihat lahan pertanian dan jembatan penghubung Desa Teko – Apitaik yang rusak diterjang banjir.
Pada kunjungannya di Jumat (19/09) sore itu, Haerul yang didampingi Kalak BPBD Lotim, Kadis PUPR Lotim, Camat Pringgabaya datang langsung di lokasi jembatan Desa Teko – Apitaik. Dalam pantauannya, Haerul memaparkan bahwa kondisi jembatan penghubung tersebut sebenarnya sudah lama diajukan ke BNPB untuk dilakukan perbaikan, namun hingga saat ini masih dalam proses verifikasi.
Sementara menunggu respon tersebut, ia mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan terlebih dahulu dalam dengan membuat jalan darurat. “Jadi sekarang kami ambil sikap supaya masyarakat bisa gunakan sementara, Pemda Lotim akan membangun jalan sementara dulu, sambil nanti kami akan berjuang di pusat agar bisa diperbaiki segera,” jelasnya.
Haerul juga menyebut akan menggandeng DPR RI dari Lotim untuk membantu memperjuangkan akses penghubung tersebut, sehingga dalam waktu dekat dapat segera diperbaiki demi kenyamanan masyarakat. “Dari informasi dari Kalak BPBD sudah diusulkan dan sekarang proposalnya sedang berada di meja menteri keuangan, kita akan perjuangkan itu agar cepat turun,” katanya.
Untuk mencegah hal serupa terjadi, Pemda Lotim melalui PUPR berencana akan normalisasi aliran sungai agar tak terjadi luapan air dengan anggaran yang disiapkan senilai Rp1 miliar untuk penanganan pasca banjir. Termasuk perbaikan jembatan dan fasilitas lainnya. “Normalisasi kita lakukan ketika terjadi hujan deras dan debit air meningkat, maka tak sampai naik ke jalan atau pemukiman warga,” paparnya.
Ia memperkirakan anggaran untuk jembatan penghubung yang berukuran lumayan besar tersebut senilai Rp10 miliar. Sehingga hal itu akan diperjuangkan Haerul ke ranah pemerintah pusat untuk perbaikannya.

