Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin memberikan penjelasan terkait pro dan kontra pemberian hadiah umrah kepada dua kepala desa dalam lomba lampu hias dan kebersihan desa selama Ramadhan di Lombok Timur. Ia menilai hadiah tersebut layak diberikan karena kepala desa merupakan pemegang kendali pemerintahan di tingkat desa sekaligus penanggung jawab utama kegiatan masyarakat. Penilaian akan dilakukan oleh tim independen, dan pembiayaan hadiah berasal dari donatur.
Menurutnya, kepala desa memiliki peran sentral dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan di wilayahnya. “Ada yang mempertanyakan mengapa hadiah umrah diberikan kepada kepala desa. Perlu dipahami, kepala desa adalah pimpinan di wilayahnya, yang mengkoordinasikan, menggerakkan, dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan di desa,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemeriahan lampu hias dan kegiatan kebersihan selama Ramadan melibatkan pemuda serta unsur masyarakat lainnya. Namun secara struktural, seluruh rangkaian kegiatan berada dalam koordinasi pemerintah desa. “Pemuda dan masyarakat adalah bagian dari pemerintahan desa. Tetapi secara kepemimpinan, kepala desa tetap menjadi penggerak dan penanggung jawab utama,” jelasnya.
Terkait dorongan dari pemuda dan masyarakat untuk mengganti hadiah bagi kepala desa, Bupati menyebut hal tersebut akan dikaji terlebih dahulu, termasuk bentuk hadiah yang memungkinkan. Ia memastikan hadiah umrah hanya diperuntukkan bagi dua kepala desa, masing-masing satu dari wilayah utara dan satu dari wilayah selatan Lombok Timur.
Proses penilaian, kata dia, akan dilakukan oleh tim independen yang segera dibentuk dan turun langsung ke lapangan. “Tim akan turun langsung melakukan penilaian secara objektif dan tanpa keberpihakan. Desa yang dinilai paling bersih dan terbaik pelaksanaannya akan menjadi pemenang,” terangnya.
Ia juga memastikan hadiah umrah tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Ini bukan menggunakan APBD dan bukan uang rakyat. Hadiah umrah sepenuhnya dari donatur,” tegasnya. Saat ini, pembentukan tim penilai masih dalam tahap persiapan.

