24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurBupati Lotim akan Tindak Tegas Rentenir Berkedok Koperasi

Bupati Lotim akan Tindak Tegas Rentenir Berkedok Koperasi

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin menyampaikan kekhawatirannya terhadap fenomena koperasi abal-abal yang menjalankan praktek rentenir dengan mengatasnamakan lembaga koperasi. Pihaknya menegaskan akan bertindak tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan nama koperasi demi keuntungan pribadi dengan cara memberatkan masyarakat.

“Kalau ada koperasi yang menjalankan praktek rentenir berkedok koperasi, saya perintahkan langsung tutup. Itu bukan koperasi, itu rentenir,” tegas Bupati Iron, sapaan akrabnya.

Ia mengakui praktek semacam ini masih ditemukan di tengah masyarakat, terutama di daerah-daerah pedesaan yang minim literasi keuangan. Hal ini dinilai sebagai bentuk penyimpangan dari nilai dasar koperasi, yaitu kebersamaan, gotong royong, dan keadilan ekonomi.

Lebih lanjut, Haerul juga menyoroti minimnya inovasi dan inisiatif usaha dari sejumlah koperasi yang masih bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menilai banyak koperasi belum mampu berkembang secara mandiri karena lemahnya kreativitas dalam membangun usaha yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal. “Penyakit koperasi kita adalah tidak adanya terobosan usaha. Mereka lebih sibuk menunggu bantuan daripada berpikir maju,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung potensi komoditas kopi Sembalun yang belum dimanfaatkan maksimal. Hingga kini, belum ada koperasi yang mencoba membuka unit usaha seperti kafe berbasis kopi lokal, padahal potensinya sangat besar untuk dikembangkan.

Bupati juga menekankan pentingnya memilih pengurus koperasi yang memiliki kemampuan manajerial dan pemahaman usaha yang baik. Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas pengelolaan serta keterlibatan aktif dari semua anggota.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lotim, M. Safwan dalam laporannya menyampaikan bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang paling sesuai dengan semangat gotong royong masyarakat Indonesia. Ia memaparkan bahwa saat ini terdapat 916 koperasi aktif di Lombok Timur, termasuk penambahan 585 unit koperasi Merah Putih yang baru diluncurkan.

Dari sisi kinerja, koperasi-koperasi tersebut mencatatkan total Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp 236 miliar, menunjukkan pertumbuhan yang positif dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa koperasi yang dikelola secara profesional mampu menjadi pilar penting dalam mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat. (den)

- Advertisement -

Berita Populer