Lombok Timur (Inside Lombok) – Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, dihentikan sementara setelah banjir menerjang wilayah tersebut pada Jumat (20/2/2026). Banjir menyebabkan kerusakan pada bangunan dan peralatan dapur, dengan sebagian perlengkapan dilaporkan hanyut terbawa arus.
Pantauan di lokasi menunjukkan sisa lumpur setinggi mata kaki masih menggenangi area bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah peralatan memasak dikumpulkan dalam kondisi kotor, sementara pekerja melakukan pembersihan endapan lumpur di dalam ruangan dapur.
Kepala SPPG Obel-Obel, Noria Wandana, mengatakan kerusakan bangunan dan peralatan membuat operasional belum dapat berjalan normal. “Sebagian bangunan dapur mengalami kerusakan, dan ada juga peralatan yang rusak maupun hanyut, sehingga untuk sementara waktu kami belum bisa beroperasi,” ujarnya.
Ia memperkirakan total kerugian material akibat banjir tersebut mencapai lebih dari Rp50 juta. Selain peralatan yang hilang, sejumlah mesin dapur juga terendam air dan berpotensi mengalami kerusakan.
Meski dapur belum berfungsi penuh, distribusi makanan tetap diupayakan berjalan. Selama Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengarahkan penyajian menu kering bagi penerima manfaat, termasuk ibu hamil, balita (B3), dan siswa. “Untuk distribusi tetap kami upayakan berjalan karena selama Ramadhan menunya berupa makanan kering, jadi tidak terlalu terdampak dari sisi produksi,” jelasnya.
Sambil menunggu proses pembersihan dan perbaikan selesai, SPPG Obel-Obel berencana memanfaatkan dapur SPPG lain sebagai lokasi sementara pengemasan menu MBG agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap berlangsung.

