31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurDiduga Intimidasi Honorer Setelah Ajakan Nikah Ditolak, Oknum Kepsek di Jerowaru Terancam...

Diduga Intimidasi Honorer Setelah Ajakan Nikah Ditolak, Oknum Kepsek di Jerowaru Terancam Ditindak Tegas

Lombok Timur (Inside Lombok) – Oknum Kepala Sekolah SMK Barul Yaqin, Desa Kwang Rundun, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) yang mengintimidasi guru honorernya tersebut rencana akan ditindak tegas. Akan tetapi, belum ada klarifikasi dari oknum terduga.

Sebelumnya, guru honorer di sekolah SMK Barul Yaqin mendapatkan intimidasi dari oknum kepala sekolahnya. Diduga oknum tersebut akan mengeluarkan nama guru honorer dari Dapodik apabila ajakannya menikah itu ditolak.

Ketua Yayasan Barul Yaqin, Sihapari, menyesalkan dan merasa terkejut dengan adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah yakni NT (39) terhadap guru honorer di sekolahnya. Viralnya berita yang diangkat Hai Lotim membuat pihak yayasan langsung mengambil langkah untuk menentukan langkah yang tepat.

“Kami sudah musyawarah dan tidak ada ampun kalau memang itu benar. Kami sudah panggil kepala sekolah dan besok hari Selasa akan hadir melakukan klarifikasi,” terangnya, Senin (29/09).

Pihak yayasan memberikan kesempatan bagi oknum tersebut untuk melakukan klarifikasi dan mengambil keterangannya. Namun, Sihapari memastikan apapun alasan dalam klarifikasi yang disampaikan oleh oknum tersebut dan jika intimidasi yang dilakukan itu benar, maka akan diberikan sanksi tegas bahkan berujung pemecatan.

“Mau tidak mau akan kita beri tindakan tegas salah satunya dikeluarkan. Sudah tidak ada ampun kalau memang benar,” paparnya.

Pihak Yayasan akan memastikan terlebih dahulu seperti apa kronologis dan tindakan oknum terhadap guru honorer tersebut. Jika tindakannya terbukti dan tidak bisa ditolerir, maka terancam dikeluarkan. “Kita belum panggil guru honorernya, tapi teman-teman juga ada yang memastikan bahwa isunya memang benar,” tuturnya.

Terkait dicoretnya nama guru honorer tersebut dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) karena menolak menikah, pihak yayasan masih mendalaminya. Sebab yang memiliki akses akun Dapodik guru yakni kepala sekolah itu sendiri sehingga pihak yayasan belum dapat memastikannya. “Kalau memang benar dikeluarkan, kami akan panggil kembali guru honorer untuk mengajar jika bersedia,” tegasnya.

Oknum kepala sekolah yakni NT yang sebelumnya dikabarkan sudah memiliki istri tersebut dibenarkan oleh pihak yayasan, namun istri NT diketahui sudah meninggal 3 bulan yang lalu dan statusnya saat ini menjadi duda. “Kalau ajakan menikah itu tentang perasaan, tapi untuk intimidasi ini harus ditindak tegas dan apapun dalihnya tidak kami benarkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer