Lombok Timur (Inside Lombok) – Atap rumah warga di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur ambruk pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 07.00 Wita. Peristiwa itu diduga akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk, ditambah hujan yang mengguyur sejak malam sebelumnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Lurah Pancor, Galibra Pratama, menjelaskan bahwa atap dan struktur bangunan rumah memang sudah dalam kondisi rapuh. Kayu penopang tidak lagi kuat menahan beban, sehingga menyebabkan ambruknya atap yang menaungi dua unit rumah milik dua kepala keluarga berdekatan. “Memang atapnya sudah lapuk karena usia, jadi yang kena ini dua rumah tapi satu atap dan dihuni oleh 7 jiwa,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).
Bangunan tersebut diketahui sudah lama tidak diperbaiki. Beberapa bagian kayu telah diganti menggunakan bambu, dan terakhir kali mendapat bantuan perbaikan pada 2008. Saat kejadian, dua orang berada di dalam rumah, namun berhasil selamat. “Ada dua orang pas kejadian itu di dalam rumah, tapi beruntung mereka semuanya selamat dan baik-baik saja,” terangnya.
Setelah menerima laporan dan meninjau lokasi, Lurah Pancor langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk penanganan awal. Petugas Damkarmat dan BPBD Lombok Timur dikerahkan untuk membantu pembersihan material dan penanganan darurat. “Petugas Damkarmat dan juga BPBD langsung turun melakukan penanganan,” katanya.
Selain bantuan sementara, pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan Dinas Perkim, Baznas, dan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan lanjutan, termasuk usulan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Jadi kita usulkan ke Perkim untuk perbaikan rumah, tapi karena anggaran untuk program RTLH sudah habis tahun ini, maka Baznas yang ambil alih,” paparnya.
Galibra menambahkan, Dinas Sosial Lombok Timur juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada keluarga terdampak, baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Saat ini, kedua keluarga tersebut tinggal sementara bersama kerabat mereka. “Karena rumahnya hancur, maka kedua keluarga itu tinggal bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya,” ujarnya.
Ia berharap bantuan perbaikan rumah dapat segera direalisasikan mengingat kondisi kedua keluarga tersebut yang kini tidak memiliki tempat tinggal layak.

