Lombok Timur (Inside Lombok) – Puluhan siswa di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengkonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (17/10). Beberapa guru yang turut mencicipi menu tersebut juga mengalami gejala serupa.
Muhammad Takdir, wali murid di SMP Islam Terpadu Lukman Hakim Pohgading, mengatakan anaknya mulai merasa tidak enak badan setelah menyantap nasi goreng dari program MBG. “Awalnya anak saya mengeluh sakit perut, lalu muntah dan pusing setelah makan nasi goreng dari program MBG. Katanya rasanya enak, tidak ada bau atau rasa yang aneh,” ungkap Takdir.
Seorang guru berinisial LN juga menyebutkan bahwa sejumlah guru turut merasakan gejala serupa setelah mencicipi menu tersebut. “Tadi ada tiga guru yang sempat mencoba nasi goreng itu, semuanya merasa mual dan muntah. Beberapa siswa pun dilarikan ke Puskesmas karena kondisinya lemas,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Batuyang, Lalu Muhammad Ilmi, membenarkan adanya sejumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan. “Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, tinggal empat orang siswa yang masih dirawat. Kondisinya kini berangsur membaik,” jelasnya.
Ilmi menambahkan, pihaknya telah mengirimkan sampel makanan ke Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. “Sampel sudah kami kirim ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.

