Lombok Timur (Inside Lombok) – Warga Desa Jurit Baru mempertanyakan porsi dan kandungan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa pada Senin (02/03). Menu tersebut dinilai tidak sesuai dengan harga dan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Salah seorang warga berinisial S mengaku terkejut melihat isi kotak makanan yang dibawa pulang anaknya dari sekolah. “Ini kok menunya kayak gini, coba lihat di sana hanya ada sate parutan kelapa, sebiji salak, dan susu,” ungkapnya, Selasa (03/03/2026).
Ia menilai jumlah dan komposisi menu tidak sebanding dengan harga serta mempertanyakan keseimbangan gizinya. “Ini gizi seimbang apa yang kita dapatkan? Kalau menu ini di gawe (pesta) aja sering kita dapat,” paparnya. Sejumlah warga juga menyampaikan keberatan melalui kolom komentar media sosial terkait menu tersebut.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jurit Baru, Halid Gazali, membenarkan bahwa menu tersebut berasal dari pihaknya. Ia menjelaskan terjadi miskomunikasi dengan pemasok sate, di mana pesanan awal empat tusuk untuk porsi kecil dan lima tusuk untuk porsi besar tidak terpenuhi.
“Kita pesan satenya seharus 4 biji naik di porsi kecil, porsi besar 5 biji dari hitungan Akuntan sama Ahli Gizi, tapi pas jadi satenya naik cuma dua,” katanya.
Terkait harga, Halid menyatakan biaya sudah sesuai dengan kesepakatan bersama pemasok. “Harga normal sebenarnya Rp2000 per tusuknya, tapi kita dapat harga dari supplier kita dikasih Rp3.500 per dua tusuknya,” jelasnya.
Ia mengakui adanya kecenderungan kenaikan harga dari pemasok dalam program MBG, sementara proses evaluasi internal akan dilakukan untuk memastikan kesesuaian standar porsi dan gizi ke depan.

