Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur (Lotim) m melakukan asesmen terhadap sepasang lansia, Papuk Sahnim dan Papuk Jumahir, yang hidup di gubuk tidak layak huni di Dusun Dasan Manggis, Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela. Kunjungan lapangan dilakukan pada Jumat, 28 November 2025, setelah Inside Lombok melaporkan kondisi keduanya yang tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial akibat kehilangan KTP.
Tim Dinsos menyalurkan bantuan awal berupa sembako sekaligus memastikan kondisi rumah dan kebutuhan mendesak pasangan lansia tersebut. Plt. Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Muhammad Tasywiruddin, mengatakan asesmen menunjukkan bahwa keduanya tinggal sendiri di rumah tidak layak huni dan hanya dibantu cucu serta tetangga.
“Kami telah melaksanakan asesmen terhadap Ibu Inaq Jumahir, kondisi beliau sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Dinsos menemukan bahwa Papuk Jumahir tidak terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, maupun BPJS PBI-JK karena kehilangan KTP sehingga datanya tidak muncul dalam DTSEN.
“Ia dikonfirmasi tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), maupun BPJS PBI-JK. Hal ini diduga karena Kartu Tanda Penduduk (KTP) beliau hilang, sehingga statusnya tidak dapat dicek dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN),” paparnya.
Sebagai langkah awal, Dinsos menyalurkan bingkisan sembako dan menyiapkan intervensi lanjutan agar pasangan lansia tersebut memperoleh haknya sebagai PPKS. “Kami sedang menyusun rencana intervensi jangka pendek dan jangka panjang. Prioritas kami adalah memastikan beliau terdata dan mendapat rumah yang layak,” tegas Tasywiruddin.
Dinsos juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk pembuatan KTP, pendamping PKH untuk pengusulan bantuan, serta BAZNAS dan Dinas Perumahan dan Permukiman terkait perbaikan rumah.
“Kita segera berkoordinasi dengan BAZNAS dan Dinas Perumahan dan Permukiman untuk mengusulkan bantuan pembangunan atau perbaikan rumah layak huni,” ucapnya.
Selain itu, Dinsos berencana menjalin koordinasi dengan Sentra Paramita Kementerian Sosial di Mataram guna mengusulkan bantuan atensi tambahan. Dinsos Lotim memastikan pemantauan berkelanjutan agar Inaq Jumahir dan Papuk Sahnim memperoleh akses terhadap program kesejahteraan sosial.

