Lombok Timur (Inside Lombok) – Viralnya produk WBS kosmetik yang dinyatakan mengandung merkuri oleh BPOM menggemparkan media sosial, terutama bagi kaum hawa. Di mana sebelumnya yang muncul dipermukaan hanya satu jenis yang mengandung merkuri, namun terkuak ternyata ada tiga jenis produk yang memiliki kandungan sama.
Direktur PT WBS Nusantara Grup, Aly Nusantara, mengatakan bahwa ia meminta maaf kepada masyarakat atas informasi yang berkembang saat ini mengenai produk WBS. Ia juga mengaku tidak ada niat dalam membohongi publik terkait produknya, melainkan murni dari kesalahan yang harus diperbaiki ke depan. “Dari lubuk hati paling dalam, istri saya sudah betul-betul tidak bisa berbicara karena keadaan ini, saya berharap masyarakat bisa memaafkan kami jikalau ada khilaf,” katanya.
Pada bulan Maret ia meminta untuk melakukan pengecekan terhadap produknya, ketika didatangi BPOM pada waktu itu dan ditemukan produk handbody lotion yang mengandung merkuri. Ia mengaku kaget dengan informasi itu dan langsung minta produk itu untuk ditarik. “Penarikan sudah kita lakukan dan istri sempat di BAP, menjalani semua prosedur dari BPOM,” ucapnya.
Tanggal 3 Juni, keluar informasi bahwa WBS kosmetik dinyatakan mendapatkan sanksi tegas berupa hukuman administrasi, penarikan produk, dan pemusnahan. Selanjutnya, pada tanggal 1 Agustus keluar informasi lagi dari BPOM bahwa salah satu produk WBS yang mengandung kosmetik dan membuat ramai media sosial. “Proses pemusnahan dilanjutkan pada 4 Agustus oleh BPOM dan Dinas Kesehatan,” paparnya.
Ia mengakui bahwa tiga produk yang mengandung merkuri yakni Hand Body Booster, Serum Glow Series, dan Night Cream Glow Series. Tiga jenis tersebut dikatakan Aly sudah dilakukan pemusnahan. “Iya ada tiga jenis,” tegasnya. Owner WBS Kosmetik, Baiq Widia Suwandika mengaku bersalah atas produknya yang mengandung merkuri. “InsyaAllah saya siap bertanggung jawab,” pungkasnya.

