25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurDisdag Lotim Bantah Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Meski Warga Mengeluhkan Sulitnya Stok

Disdag Lotim Bantah Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Meski Warga Mengeluhkan Sulitnya Stok

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) NTB, membantah adanya kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kg di wilayah setempat. Pihaknya menyebut penyaluran dari distributor hingga agen dan pangkalan berjalan lancar karena telah berkoordinasi dengan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) selaku pendistribusi.

“Stok elpiji 3 Kg tidak langka, penyaluran dari pihak distributor ke agen hingga pangkalan telah berjalan lancar,” kata Kabid Bapokting Dinas Perdagangan Lotim, Saipul Wathon, Rabu (17/9).

Meski demikian, Saipul tidak menampik bahwa penggunaan elpiji subsidi 3 Kg meningkat di kalangan masyarakat, terutama pada momen Maulid Nabi Muhammad. “Di bulan ini penggunaan elpiji sangat tinggi dibanding bulan lain, karena masyarakat sedang merayakan Maulid Nabi, yang biasa menggunakan satu tabung elpiji, saat perayaan jadi butuh dua hingga tiga tabung per hari,” jelasnya.

Terkait harga yang naik, Saipul mengakui masalah sudah diatur dengan HET, namun terkadang kenaikan terjadi di tingkat pengecer. Karena itu, ia menilai pengecer perlu mendapat edukasi agar tidak menjual gas elpiji 3 Kg dengan harga yang terlalu tinggi. “Masyarakat pengecer perlu diedukasi agar tidak menjual terlalu tinggi, hendaknya menjual dengan harga yang wajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika ada pengecer menjual Rp30 ribu per tabung, maka harga tersebut dinilai terlalu tinggi karena sesuai HET, harga elpiji 3 Kg hanya Rp18 ribu. Saipul juga menegaskan tidak ada ketentuan penggunaan elpiji 3 Kg untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, salah seorang warga, Hikmah Corry mengatakan bahwa beberapa minggu terakhir kelangkaan gas elpiji semakin terasa. Bahkan di beberapa pangkalan ia menemukan stok distribusi gas selalu dilakukan, namun anehnya selalu habis karena sudah ada yang memesan.

“Anehnya padahal kita tau gas elpiji itu datang, tapi kok sudah ada yang pesan dan kita tidak bisa menukar. Saya curiganya itu disiapkan untuk dapur MBG,” tuturnya.

Warga lainnya, Soraya Maemun, menepis ungkapan dari pihak terkait yang mengatakan kebutuhan gas elpiji meningkat pada momen maulid. Menurutnya, ungkapan tersebut tak mendasar dan terkesan mencari alasan agar.

“Jujur saja itu alasan tak mendasar, momen Maulid tidak dirayakan serentak oleh masyarakat. Tidak seperti lebaran, tapi kok bisa alasannya seperti itu. Kami mohon jangan mengkambinghitamkan Maulid,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer