Lombok Timur ( Inside Lombok) – Dalam persiapan mengarungi beberapa agenda turnamen internasional, Timnas Futsal Indonesia telah memanggil para pemain untuk menjalani Training Camp (TC). Dua diantaranya adalah pemain asal Lombok Timur (Lotim), yakni Romi Humandri dan Ardian Kaspari.
Romi Humandri, pemain asal Selagik, Kecamatan Terara dipanggil Timnas Futsal Indonesia untuk mengikuti TC dalam persiapan melakoni agenda 4 Nation World Series. Penampilan apik Romi saat membela Timnas Futsal ketika berhasil merebut juara AFF tahun lalu yang membuat pelatih Hector Souto kembali meliriknya. Tak hanya Romi, rekan setimnya di Pangsuma FC yakni Ardian Kaspari juga ikut dipanggil untuk TC Timnas. Namun berbeda dengan Romi, Ardian terpanggil untuk TC persiapan turnamen berbeda yakni CFA International Men’s Futsal di China.
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Lotim, Maulana Okta Saputra, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dua pemain futsal asal Lotim yang masuk ke dalam daftar pemain yang akan mengikuti TC. Meskipun kedua pemain tersebut berada di kompetisi yang berbeda. “Kami Afkab Lotim berharap mereka berdua mampu memberikan penampilan terbaik mereka, terlebih kompetisi yang diikuti oleh Ardian Kaspari juga merupakan bagian dari seleksi untuk persiapan SEA Games 2025 dan AFC Futsal 2026 sehingga harapan kami kedepannya mereka berdua bisa tampil dalam satu tim nasional Futsal Indonesia,” jelasnya.
Saat ini kedua pemain asal Lotim dan puluhan pemain lainnya masih di tahap TC sampai terdapat pengumuman selanjutnya dari pihak Federasi Futsal Indonesia (FFI). Okta berharap keduanya bisa masuk ke dalam skuad yang akan berangkat mengikuti turnamen tersebut. “Apalagi Romi Humandri, sepertinya sudah memiliki tempat atau masuk ke dalam skema coach Hector setelah kemarin sempat membawa timnas futsal Indonesia menjadi juara di ajang ASEAN Futsal Championship 2024,” ungkapnya.
Harapannya kedepannya, semoga dengan adanya dua pemain tersebut menjadi motivasi untuk para pemain futsal yang masih dalam kelompok umur di Lotim, dan juga menjadi bukti bahwa futsal itu bukan hanya sekedar hobi tapi juga dapat menjadi profesi untuk masa depan mereka. “Kami berharap para orang tua melihat futsal bukan hanya sekedar hobi, tapi masa depan anak-anaknya. Sehingga para orang tua dapat memberikan support yang lebih besar untuk kegiatan futsal anak mereka,” pungkasnya.

