Lombok Timur (Inside Lombok) – Kawasan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur yang berstatus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dinilai belum didukung fasilitas kesehatan yang memadai. Keterbatasan sarana dan sumber daya manusia di Puskesmas Sembalun disebut belum sebanding dengan jumlah penduduk serta kunjungan wisatawan.
Kepala Puskesmas Sembalun, Muslih Adnan, mengakui fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya masih sangat minim. Ia menyebutkan, dari jumlah penduduk yang cukup besar serta aktivitas pariwisata yang tinggi, Puskesmas Sembalun hanya memiliki 13 tempat tidur.
“Fasilitas seperti tempat tidur dan ruangan perlu ditingkatkan. Termasuk SDK yang sangat kurang, hanya ada dua dokter di puskesmas,” jelasnya, Rabu (28/01/2026).
Dari sisi sumber daya manusia, Muslih menyebut jumlah dokter yang hanya dua orang dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pelayanan masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, idealnya Puskesmas Sembalun memiliki setidaknya empat dokter.
“Itu sangat terbatas, apalagi daerah Sembalun itu merupakan wilayah pariwisata. Jadi sangat diperlukan sekali dukungan SDM yang maksimal,” paparnya.
Selain itu, ketersediaan ambulans juga menjadi kendala. Saat ini Puskesmas Sembalun hanya memiliki dua unit ambulans, namun satu di antaranya dalam kondisi rusak sehingga harus meminjam dari puskesmas lain. Pihak puskesmas disebut telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Bupati Lombok Timur terkait pengadaan ambulans baru.
“Kita sudah koordinasi juga dengan Dinas Kesehatan dan kita dijanjikan ambulans yang double gardan. Itu sesuai dengan kondisi wilayah yang membutuhkan kendaraan yang lebih kuat, InsyaAllah tahun 2026 ini dijanjikan terealisasi,” pungkas Muslih.

