Lombok Timur (Inside Lombok) – Gas elpiji bersubsidi 3 kilogram masih sulit didapatkan oleh masyarakat di Lombok Timur hingga Selasa (31/03/2026). Selain stok yang terbatas, harga di tingkat pengecer juga dilaporkan tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke beberapa kecamatan untuk mencari gas elpiji, namun tetap tidak mendapatkan stok. Marni, warga Paok Lombok, mengatakan dirinya sudah mencari ke dua kecamatan, tetapi tidak berhasil mendapatkan gas.
“Saya keliling ke dua kecamatan panas-panasan untuk mencari gas, tapi tetap saja tidak dapat,” ucap Marni,salah satu warga Paok Lombok, Selasa (31/03/2026).
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat karena berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, terutama untuk memasak. Jika pun ditemukan, harga elpiji disebut berkisar antara Rp22 ribu hingga Rp30 ribu per tabung.
“Bupati Lombok Timur tidak jelas, katanya tidak ada kelangkaan dan harganya juga tidak sesuai HET. Coba Pemerintah turun, jangan memantau dari atas saja,” jelas Muklis warga Masbagik Utara.
Keluhan serupa juga disampaikan Nasrul, warga Loyok, yang mengaku belum mendapatkan gas elpiji bersubsidi di wilayahnya. Ia menyebut warga bahkan harus mencari hingga ke Kotaraja karena tidak ada ketersediaan di daerahnya.
“Di sini tidak ada dan sekarang istri saya tidak memasak. Kalaupun ada, harganya paling rendah Rp25 ribu dan paling tinggi Rp30 ribu,” terangnya. Warga meminta Bupati Lombok Timur segera turun langsung untuk melakukan pengecekan dan menangani kelangkaan serta kenaikan harga gas elpiji di daerah tersebut.

