Lombok Timur (Inside Lombok) – Harga komoditi cabai saat ini masih terbilang sangat tinggi, namun tak semua jenis mengalami kenaikan yang sama. Seperti halnya cabai rawit hijau, saat ini harganya mencapai Rp11 ribu per kilogramnya.
Salah seorang petani di wilayah Pringgasela, Saipudin Zohri mengatakan bahwa harga cabai rawit hijau saat ini berbanding terbalik dengan cabai rawit biasa di pasaran. Sebab harganya sangat jauh berbeda, di mana harga cabai rawit hijau sendiri yakni Rp 11 ribu per kilogramnya. “Sangat jauh harganya dengan cabai rawit, kalau cabe Caplak (cabai rawit hijau – red) cuma Rp 11 ribu,” ungkapnya, Senin (19/05/2025).
Cabai yang ditanam di lahan seluas 15 are hanya mampu menghasilkan 30 kilogram per sekali panennya. Sebab di samping harga yang merosot, juga penyakit tanaman yang menyerang cabai hijau petani yang membuat hasil panen menjadi merosot. “Dalam sekali panen, kita hanya mampu menghasilkan 30 kilogram cabai. Mau bagaimana lagi, harga hanya mampu mengembalikan sedikit biaya pemeliharaannya,” ujarnya.
Menurutnya, penyakit yang menyerang tanamannya saat ini menyebabkan cabai tak tumbuh dengan optimal dan bahkan menyebabkan tanaman menjadi mati. Sehingga hal itu membuat keluhan dari para petani, di tambah harga yang menurutnya tak sesuai. “Penyakit tanaman ini juga yang membuat kota semakin terpuruk, karena biaya pemeliharaan tak dapat ditutupi dari harga jual saat ini,” pungkasnya. (den)

