25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurHultah Ke-90 Madrasah NWDI Tekankan Tiga Pilar Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Hultah Ke-90 Madrasah NWDI Tekankan Tiga Pilar Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Lombok Timur (Inside Lombok) – Ribuan jamaah menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Hultah) ke-90 Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Lapangan Umum Ummuna Hj. Sitti Raehanun Zainuddin Abdul Majid, kompleks Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani, Lombok Timur, Ahad (12/10). Kegiatan ini menegaskan kembali peran historis Madrasah NWDI dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Ratusan ribu jamaah, alumni, dan simpatisan Nahdlatul Wathan (NW) hadir dari berbagai daerah di Lombok dan luar wilayah. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Haji dan Umrah Dr. H. Irfan Yusuf Hasim, perwakilan dari Menteri Pendidikan H. Abdul Mu’ti, Gubernur NTB, dan Kapolda NTB. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kontribusi NW dalam bidang pendidikan dan dakwah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH. L. G. Muhammad Zainuddin Atsani menegaskan bahwa pendidikan merupakan inti perjuangan NW. “Pendidikan adalah jantung, nafas, dan darah perjuangan Nahdlatul Wathan,” ujarnya. Ia memperkenalkan tiga pilar kecerdasan yang diusung NW untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, yakni kecerdasan spiritual, intelektual, dan penguasaan teknologi digital.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Banyak masyarakat hanya mampu menggunakan teknologi tanpa memahami ilmunya. “Saya berkomitmen di 2.400 lembaga pendidikan kita di seluruh tanah air ini untuk memformatnya. Makanya sekarang ini kita sering rapat di kantor PB dengan fokus pada sosial dan pendidikan,” jelasnya.

Ia menegaskan mulai tahun ini, peringatan Hultah NWDI akan difokuskan sepenuhnya pada isu pendidikan dan keumatan tanpa agenda politik. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen NW untuk tetap istiqamah dalam dakwah dan pendidikan.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Dr. H. Irfan Yusuf Hasim menyampaikan rasa bangga atas kekokohan persatuan bangsa Indonesia. Ia menyinggung keunikan Indonesia yang memiliki satu bahasa pemersatu serta menggarisbawahi sanad keilmuan antara Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Ia berpesan agar lembaga pendidikan di bawah naungan NW tetap menjaga kemandiriannya seperti pesantren besar Tebuireng. “Mudah-mudahan peran serta kontribusi dari NW di bidang pendidikan di Indonesia dapat semakin berkembang dan bermanfaat bagi bangsa serta ummat,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer