Lombok Timur (Inside Lombok) – Harapan besar disampaikan oleh para petani asal Desa Ketangga, Kecamatan Suela, terkait kondisi jalan rusak yang menjadi akses utama menuju lahan pertanian mereka di wilayah Kuang Danger, Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya. Sekitar 95 persen petani yang mengelola ladang di Kuang Danger berasal dari Desa Ketangga. Namun, kondisi jalan penghubung yang rusak parah serta tidak adanya jembatan penghubung memaksa mereka menempuh jalur memutar melalui Pringgabaya, dengan waktu tempuh hingga satu jam.
“Kalau jalan dari Ketangga ke Kuang Danger ini diperbaiki, kita bisa sampai cuma dalam 15 menit,” ujar Heru Boli, salah satu petani setempat saat ditemui di ladangnya, Rabu (23/04/2025). Rusaknya jalan penghubung tersebut harus memaksa para petani menempuh jalan lain melalui Pringgabaya yang dapat memakan waktu selama 1 jam. Padahal jika jalan tersebut masih layak, para petani hanya dapat menempuh waktu ke ladang mereka sekitar 15 menit.
Kondisi jalan yang rusak semakin parah saat musim hujan. Jalan menjadi licin dan berbahaya, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil panen. Tak jarang, mobil yang masuk ke kawasan tersebut mengalami kecelakaan ringan karena jalan berbatu dan licin. “Pernah ada mobil yang sampai terbalik waktu hujan, karena jalan berlumpur dan tidak bisa dilalui dengan aman,” tutur Usman, petani lainnya.
Warga berharap perbaikan jalan dan pembangunan jembatan penghubung bisa menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah ini. Dengan akses yang layak, biaya produksi bisa ditekan dan waktu distribusi hasil panen bisa jauh lebih efisien. “Kami berharap besar kepada pemerintah, supaya bisa segera memperbaiki jalan ini. Karena ini jalan satu-satunya untuk kami bawa hasil tani keluar,” pungkas Usman. (den)

