26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaLombok TimurJelang Iduladha, Disnakeswan Lotim Ketat Antisipasi Penyakit Hewan Ternak

Jelang Iduladha, Disnakeswan Lotim Ketat Antisipasi Penyakit Hewan Ternak

Lombok Timur (Inside Lombok) – Mengantisipasi merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi jelang Iduladha tahun ini, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) pantau secara ketat kesehatan ternak masyarakat dan juga di pasar hewan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Lotim, Hultatang mengatakan tahun ini pihaknya sudah mengeluarkan SK pengawasan untuk pemeriksaan, pemotongan, dan penyuluhan di semua kecamatan.

Tugas pengawas yakni berkoordinasi dengan seluruh masyarakat yang melaksanakan kurban seperti di masjid, ponpes, dan sebagainya. Di setiap kecamatan, disiapkan dokter hewan dan mantri hewan untuk melakukan pendataan dan penyuluhan untuk pemeriksaan hewan sampai pemotongannya agar terhindar dari PMK maupun lainnya agar aman dikonsumsi masyarakat.

“Alhamdulillah untuk saat ini ternak kita sudah divaksin, tapi problemnya ternak yang baru lahir sekitar 5 bulan dan belum tervaksin yang berpotensi untuk terkena PMK,” katanya, Rabu (14/05/2015).

Saat ini ternak untuk pemotongan dari pantauannya dalam kondisi sehat, walaupun nanti terdapat anakannya yang belum tervaksin akan berpotensi untuk terjangkit. Dijelaskannya, laporan dari petugas sampai saat ini belum ada yang terjangkit, tapi di pasar hewan terdapat beberapa hewan yang diduga mengalami penyakit. “Bukan berarti dipastikan PMK namun hanya dugaan. Karena sapi yang besar itu memang suka ileran dan tidak termasuk PMK, kalau PMK itu harus dicek lab,”

Di pasar hewan terdapat ternak yang masuk dari berbagai kabupaten, sehingga berpotensi membawa penyakit ke kabupaten lain. Terdapat sekitar 5 ekor ternak yang diduga terkena penyakit, dan sudah tertangani dengan baik dengan diberikan air lemon atau asam sitrat. “Pasar hewan itu mendatangkan sapi dari berbagai kabupaten, tapi yang dari Sumbawa sudah kita hentikan dulu karena mengantisipasi penyakit,” jelasnya.

Ia memastikan hewan yang diduga terserang penyakit di pasar hewan telah ditangani dengan baik, sehingga kondisi hewan kurban jelang Iduladha saat ini dalam kondisi baik dan aman untuk dilakukan pemotongan dan dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kita dalam posisi masih aman, kita sudah keluar dari daerah wabah dan akan menuju daerah endemis PMK. Kalau pembebasan dari wabah, kita perlu waktu yang cukup lama tergantung dari rutinitas vaksinasi dan ketaatan para peternak,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer