Lombok Timur (Inside Lombok) – Jembatan penghubung Kecamatan Pringgasela dan Masbagik di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur, belum kunjung diperbaiki hingga Kamis (12/02/2026). Kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Warga setempat, Indari, mengatakan kerusakan jembatan membuat aktivitas sehari-hari terganggu, terutama saat mengantar anak ke sekolah karena harus memutar jalur lebih jauh. Ia menyebut jembatan sementara yang sebelumnya dibangun warga telah dirobohkan dengan alasan akan segera dilakukan pembangunan fisik.
“Kalau jembatan sementara itu masih ada, tidak susah kita karena tidak perlu memutar untuk ke sekolah. Tapi sekarang kan sudah dirobohkan,” katanya.
Menurut Indari, proses pembangunan sempat dimulai dengan pengerukan dan rencana pengecoran. Namun, alat berat yang sempat diturunkan ke lokasi justru ditarik kembali. “Sudah kemarin dua minggu yang lalu alat-alat berat datang, tapi kenapa ditarik kembali? Jujur situasi saat ini menyulitkan aktivitas kita lantaran akses yang terputus ini,” ungkapnya.
Warga lainnya, Vira, menyebut kondisi tersebut semakin menyulitkan menjelang bulan Ramadhan karena harus menempuh jalur lebih jauh dan rusak untuk memenuhi kebutuhan di pasar mingguan di sebelah barat. “Apalagi ketika masuk Ramadhan sangat kesulitan sekali kita, ada pasar mingguan di sebelah barat, tapi kita harus terpaksa memutar lebih jauh,” jelasnya.
Selain itu, pendistribusian MBG juga terdampak karena kendaraan harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer akibat akses terputus, padahal sebelumnya hanya sekitar 200 meter. Warga berharap pembangunan jembatan segera dilanjutkan agar aktivitas kembali normal.

