32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurKakao Bebidas Jadi Andalan Ekonomi dan Daya Tarik Agrowisata di Lotim

Kakao Bebidas Jadi Andalan Ekonomi dan Daya Tarik Agrowisata di Lotim

Lombok Timur (Inside Lombok) – Desa Bebidas di Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), menjadi salah satu sentra produksi kakao yang turut mendorong ekonomi masyarakat setempat sekaligus berkembang sebagai destinasi agrowisata. Kebun kakao di wilayah ini menarik perhatian wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan dan belajar proses pengolahan biji kakao.
.
Hamparan tanaman kakao seluas sekitar 1,5 hektare membentang di Dusun Lendang Nangka, Desa Bebidas. Sebagian besar warga desa menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, terutama tanaman kopi dan kakao yang tumbuh di lahan subur wilayah tersebut.

Petani setempat, Hasbullah, menyebut hampir setiap lahan di Bebidas ditanami kakao karena hasilnya menjanjikan. Namun, ia mengakui perawatan tanaman ini membutuhkan ketelatenan karena mudah terserang hama dan penyakit, terutama saat musim hujan. “Kalau musim hujan, banyak buah yang rusak dan jatuh sebelum matang. Jadi kami harus rutin memberikan pupuk dan pestisida,” ujarnya, Kamis (9/10).

Dalam kondisi cuaca normal, Hasbullah mampu memanen antara 30 hingga 50 kilogram biji kakao kering dari lahan seluas 30 are. Namun saat hujan berkepanjangan, hasil panen bisa turun hingga separuhnya. Harga jual biji kakao juga menurun, kini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp100 ribu. “Sekarang harga turun karena stok kakao sedang banyak,” katanya.

Biji kakao hasil panen biasanya dijemur selama sepekan sebelum dijual ke pengepul. Belum ada pengolahan menjadi cokelat batangan atau produk turunan lain karena keterbatasan alat dan sumber daya manusia. “Kami baru bisa mengolahnya menjadi minuman cokelat tradisional. Kalau ada pelatihan atau pendampingan, kami ingin belajar membuat produk cokelat yang punya nilai jual lebih tinggi,” harap Hasbullah.

Pengelola biji kakao, Sanusi, menambahkan bahwa proses pengolahan kakao kini menjadi daya tarik agrowisata. Wisatawan lokal maupun mancanegara datang untuk melihat dan belajar mengolah biji kakao menjadi minuman coklat. “Dalam sebulan bisa mencapai puluhan wisatawan asing yang datang ke rumah saya untuk mengolah biji kakao, kita ajarkan dengan cara tradisional,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer