26.5 C
Mataram
Kamis, 8 Januari 2026
BerandaLombok TimurKapal KLM Mutiara Inti Kandas di Pantai Kokok Pedek, Muatan Dievakuasi Nelayan

Kapal KLM Mutiara Inti Kandas di Pantai Kokok Pedek, Muatan Dievakuasi Nelayan

Lombok Timur (Inside Lombok) — Kapal barang Kayu Layar Motor (KLM) Mutiara Inti kandas di Pantai Kokok Pedek, Desa Sugian, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah mengalami gangguan mesin. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dan menyebabkan seluruh muatan kapal dievakuasi dengan bantuan nelayan setempat.

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Kota Bima itu diketahui menabrak karang sehingga mengalami kerusakan mesin dan tidak dapat melanjutkan pelayaran. Kapal kemudian berupaya menepi untuk mencari perlindungan di perairan Gili Lawang, Desa Sugian, sebelum akhirnya kandas.

Sekretaris Desa Sugian, Ali Fikri, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan keterlibatan warga dalam proses evakuasi muatan kapal. “Benar, ada kapal yang mengalami mati mesin di wilayah kami. Saat ini barang-barangnya sudah dievakuasi dengan bantuan nelayan,” ujar Ali Fikri, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, muatan kapal berupa makanan ringan dan bahan bangunan dipindahkan secara manual menggunakan perahu nelayan. Proses evakuasi berlangsung dengan pendampingan Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda NTB untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan.

Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, selaku Komandan Kapal Polisi XX-2012 menjelaskan, KLM Mutiara Inti mengangkut sekitar 150 ton barang dengan bobot kapal 169 GT. “Kapal mengalami kerusakan mesin akibat menabrak karang sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran dan akhirnya kandas,” jelas Samola.

Ia menambahkan, kapal tersebut dinahkodai oleh Dede Asdar dengan enam anak buah kapal, dan seluruh kru dipastikan selamat tanpa luka-luka. “Keselamatan nahkoda dan ABK telah kami pastikan. Komponen kapal yang masih bisa dimanfaatkan juga berada dalam kondisi aman,” tambahnya. Polairud Polda NTB memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan pencemaran laut dan penanganan lanjutan masih terus dipantau.

- Advertisement -

Berita Populer