Lombok Timur (Inside Lombok) – Kasus influenza dilaporkan meningkat di sejumlah kabupaten/kota akibat perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan. Penderita umumnya mengalami gejala demam, batuk, pilek, dan sakit kepala. Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.
Plt Kepala Dikes Lotim, L. Aries Fahrozi mengatakan, perubahan cuaca menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan kasus influenza di berbagai daerah. “Peningkatan kasus influenza terjadi di beberapa kabupaten/kota yang lain. Tentunya di Lotim juga perlu antisipasi dengan mengedukasi masyarakat supaya agar bisa menjaga kesehatan,” ujarnya.
Aries menambahkan, masyarakat yang berkunjung ke fasilitas kesehatan diimbau menggunakan masker untuk mencegah penularan. Dikes Lotim juga berkomitmen memberikan pelayanan di setiap puskesmas jika terdapat kasus influenza yang masuk. “Saat ini belum ada laporan spesifik yang masuk ke setiap puskesmas terkait influenza. Kita harapkan tidak ada,” katanya.
Ia menjelaskan, virus penyebab influenza bersifat limiting disease atau memiliki batas waktu tertentu untuk sembuh dengan sendirinya. Kondisi tubuh dengan sistem imun yang baik akan mampu melawan virus tersebut. “Kalau antibodinya baik, maka virus itu akan dilawan dalam tubuh kita,” pungkasnya.
Meski belum ada laporan resmi, gejala influenza seperti batuk, pilek, radang tenggorokan, dan demam telah muncul di tengah masyarakat Lotim. Aries mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan mandiri mengingat influenza merupakan penyakit musiman.

