Lombok Timur (Inside Lombok) – Dalam mendukung program swasembada pangan dari pemerintah pusat, Bulog kini diberikan target besar memastikan tidak ada lagi impor beras. Untuk itu, Bulog Cabang Lombok Timur (Lotim) bekerjasama dengan pihak terkait untuk membeli gabah langsung dari para petani dengan harga yang sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pimpinan Cabang Bulog Lotim, Suparmansyah mengatakan terkait harga beli gabah petani pihaknya mengacu berdasarkan harga pokok penjualan (HPP) yang telah ditetapkan oleh pusat, yakni seharga Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya yang menyebabkan Bulog kalah saing dengan para tengkulak di lapangan.
“Terkait HPP itu saya rasa sudah memihak kepada para para petani melalui Gapoktan sudah mendukung dengan swasembada pangan,” ucapnya pada Rapat Percepatan Pengadaan Gabah/Beras PSO Tahun 2025 Perum Bulog Kantor Cabang Lotim Selasa (18/02/2025).
Adapun dalam penyerapan gabah melalui petani ini, pihak Bulog Lotim bekerjasama dengan TNI, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan para persatuan penggilingan padi. Nantinya gabah petani sendiri akan dijemput secara langsung ke lapangan oleh pihak Bulog melalui informasi dari para Babinsa.
“Untuk pengawasan harga melibatkan TNI, tadi pak Dandim 1615 juga akan mengerahkan semua personelnya dan mengawasi agar gabah tidak ada yang keluar dari Lotim seperti biasanya,” katanya.
Dengan semangat kerjasama yang baik ini diharapkan pihak Bulog optimis dapat mencapai target 34 ribu ton serapan gabah pada bulan April 2025. Sementara untuk ketersediaan yang sudah tercapai saat ini yakni 1.500 ton setara beras, dan Suparmansyah meyakini stok beras Lotim tahun 2025 dalam kondisi aman.
Sementara itu, Dandim 1615 Lotim, Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro menegaskan para Babinsa harus memahami tentang cadangan pangan, di samping banyaknya program yang dijalankan di tengah masyarakat. Babinsa memiliki peran karena sempat mendapatkan evaluasi dari Biro Bulog pada saat panen raya di Karawang karena tidak memahami tugasnya.
Ia menjelaskan bahwa target Lotim pada April 2025 yakni sebanyak 34 ribu ton. permasalahannya yakni banyak petani yang kerjasama dengan tengkulak atau pengepul yang menjadi kendala saat ini. Menjelang puasa dan lebaran diduga banyak pengepul yang sudah membayar gabah petani terlebih dahulu pada saat baru mulai menanam. “Apapun yang terjadi target 34 ribu ton pada bulan april harus tercapai,” tegasnya.
Para anggota TNI diminta harus paham apa yang dinamakan ketahanan pangan dan salah satu tugasnya yakni memberikan informasi kepada Bulog jika ada petani yang hendak panen, kemudian nanti tim penjemput gabah akan langsung menuju tempat sasaran. “Ada barang harus ada uang, Bulog harus lebih cepat agar tidak didahului oleh para tengkulak yang dapat membeli gabah petani dengan harga murah,” tuturnya.
Ia sempat meminta Danramil untuk mencari tahu luas persawahan di wilayah masing-masing. Maka dari itu ia meminta kepada Babinsa untuk menyiapkan diri agar bisa memberikan informasi yang maksimal demi tercapainya ketahanan pangan di Lotim. “Kita juga akan terjun langsung ke petani terkait apa kendalanya di lapangan,” ungkapnya
Ia meyakini sinergi bersama pasti akan menemui jalan keluar, dan diingatkan kepada Babinsa untuk mensosialisasikan program ketahanan pangan ke para petani demi tercapainya swasembada di Lotim. “Jangan sampai sosialisasi tapi tidak tau apa yang disosialisasikan,” pungkasnya. (den)

