Lombok Timur (Inside Lombok) – Keributan antara seorang pria yang mengaku sebagai tukang parkir dan pengunjung terjadi di Taman Pancor, Lombok Timur (Lotim), pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 21.00 Wita. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik setelah video kejadian beredar luas di media sosial dan memperlihatkan tukang parkir bersimbah darah serta menganiaya seorang pengunjung perempuan.
Salah satu korban, Marni (nama samaran), menjelaskan bahwa keributan bermula saat ia dan empat temannya sedang nongkrong sambil makan dan bermain gim di lokasi tersebut. Seorang pria yang mengaku sebagai tukang parkir datang meminta bayaran, padahal mereka belum meninggalkan area taman.
“Biasanya di sana pun gak ada tukang parkir, dua kali nongkrong di sini saya ketemu kang parkir ini dan arogan, karena dia sambil mabuk. Bukan ngejaga motor kami, tapi sibuk dan asik sama minumannya,” ujar Marni.
Menurut Marni, pria tersebut tidak mengenakan seragam atau atribut resmi parkir. Saat diminta menunjukkan kartu identitas resmi, pria itu justru menaikkan nada bicara dan meminta uang Rp30 ribu. “Bukannya diperlihatkan tapi dia menjawab dengan nada tinggi kalau ada kartu parkirnya, kita dimintai uang Rp30 ribu. Lah enak banget, yang jaga motor kita sendiri, lahan juga pemerintah yang punya. Dia seenaknya minta tarif parkir segitu,” terangnya.
Beberapa saat kemudian, pria itu memperlihatkan kartu parkir, namun tidak jelas apakah miliknya. Ia kemudian mengancam akan merusak motor milik pengunjung, dan tak lama motor Marni ditendang hingga terjatuh, helmnya dibanting dan dilempar. Teman-teman Marni yang tidak terima akhirnya terlibat perkelahian dengan pria tersebut. Dalam keributan itu, ponsel Marni pecah akibat didorong, sementara ia berusaha mengambil helmnya yang berada di tengah perkelahian.
“Helm saya ada di lingkaran baku hantam, saya niatnya mau ambil. Pas mau ambil, dia tendang lagi helm saya sampai kacanya terlepas. Itu sempet terjeda baku hantamnya, tapi dia malah ngejar pacar saya, kebetulan saya bawa helm dan say bantu pacar saya buat terlepas dari orang itu, sebelumnya sudah berdarah dia karen baku hantam sebelum saya pukul pake helm,” ungkapnya.
Dalam video yang beredar, Marni terlihat memegang helm dan bersitegang dengan pelaku sambil mengelap darah di jilbabnya. Tak lama kemudian, ia dipukul secara brutal hingga mengalami luka di bagian kepala, mulut berdarah, gigi goyang, serta benjol di kepala depan dan belakang.
Kasi Humas Polres Lotim, AKP Nikolas Osman, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Ia itu benar diduga dipicu lantaran tarif parkir,” ujarnya. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

