25.5 C
Mataram
Kamis, 12 Maret 2026
BerandaLombok TimurKorsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Gili Trawangan

Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Gili Trawangan

Lombok Utara (Inside Lombok) – Kebakaran yang terjadi di kawasan wisata internasional Gili Trawangan, Desa Gili Indah pada kamis (12/3) pagi mengejutkan warga setempat. Api yang diduga bermula dari korsleting listrik menghanguskan sejumlah bar, restoran, hingga minimarket di dusun setempat.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Erwin Rahardi, mengungkapkan bahwa api diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Material bangunan yang didominasi atap ilalang dan kayu membuat api merambat dengan sangat cepat.

“Penyebab awal diduga korsleting listrik. Begitu ada laporan, tim langsung meluncur. Tapi karena bahan bangunan di sana rata-rata dari ilalang dan kayu, itu mempercepat api membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya,” ujarnya, Kamis (12/3).

Berdasarkan laporan resmi dari Pos Damkar Trawangan, informasi kebakaran pertama kali diketahui melalui pengeras suara masjid sekitar pukul 06.30 WITA. Petugas yang tiba 15 menit kemudian menemukan api sudah dalam kondisi kebakaran secara menyeluruh di dua titik utama, yakni Sama Sama Bar dan Ocean 2.

Dirincikan objek yang terdampak meliputi, Sama Sama Bar & Restaurant dengan luas 8 are dan itu hangus total. Ocean 2 terbakar Bar, Dapur, Restoran dengan luas 5 are hangus total. Manta Dive Bar mengalami kerusakan pada atap ilalang dan sebagian bungalow. Gili Mart dengan bangunan seluas 1 are hangus total. Hallo Capitano dengan bangunan seluas 1 are hangus total, dan Diversia Restaurant mengalami kerusakan pada bagian atap.

Keterbatasan sarana dan prasarana di wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Tim Damkar KLU mengerahkan armada roda tiga dengan kekuatan lima personel yang dibantu sepenuhnya oleh warga masyarakat.

“Kita menurunkan armada roda tiga, memang sarana prasarana kita di sana masih terbatas. Petugas melakukan pertempuran langsung selama kurang lebih tiga jam hingga api berhasil dijinakkan,” tuturnya.

Setelah api utama padam, petugas melanjutkan proses pendinginan (cooling down) hingga pukul 12.30 Wita dan melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi. Operasi dinyatakan selesai total pada pukul 13.10 Wita.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, satu orang staf dari Sama Sama Bar dilaporkan mengalami cedera pada bagian lengan akibat terjatuh dari tangga saat berupaya memadamkan api. Terkait total kerugian materiil, pihak Damkar belum bisa memberikan taksiran pasti.

“Laporan resminya kami masih menunggu teman-teman di lapangan untuk menghitung total kerugiannya. Saat ini situasi sudah kondusif dan anggota sudah kembali ke pos,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer