Lombok Timur (Inside Lombok) – Tim Distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sandubaya 3 di Lombok Timur menggunakan kostum super hero seperti Spiderman dan Power Ranger untuk meningkatkan antusiasme siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Upaya ini dilakukan agar siswa lebih bersemangat menerima makanan yang dibagikan, setelah sebelumnya sebagian penerima manfaat kurang antusias dan enggan mengambil jatah makanannya.
Anggota Tim Distribusi, Yazid Fillah, mengatakan penggunaan kostum tersebut terbukti efektif mendorong minat siswa. Ia menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya makanan bergizi.
“Perbedaan sangat jelas ketika para penerima manfaat sangat antusias sejak menggunakan kostum, bahkan menunggu kedatangan kita agar bisa diberikan makanan oleh Power Ranger,” katanya, Senin (08/12).
Menurut Yazid, seluruh makanan yang dibawa kini selalu habis dibagikan, seiring sosialisasi yang diberikan kepada siswa agar menghabiskan makanan demi mendukung tumbuh kembang mereka.
“Sejak penggunaan kostum ini makanan yang kita bawakan selalu habis, kita sosialisasikan kepada mereka agar menghabiskan makanannya agar bisa tumbuh sehat dan kuat layaknya super hero,” ujarnya.
Lalu Aji Yulian Ahyadin yang berperan sebagai Power Ranger menyampaikan bahwa meski harus menggunakan kostum yang panas, ia merasa senang melihat antusiasme siswa. “Sangat antusias sejak kita menggunakan kostum ini, kebetulan saya mengusulkan ide itu,” jelasnya. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari komitmen menyukseskan program MBG sekaligus menghibur anak-anak.
Kepala SPPG Sandubaya 3, Qais Azama, mengatakan kostum super hero telah digunakan selama dua minggu pada seluruh proses distribusi, mulai pengantaran hingga penjemputan omprengan makanan. “Bahkan dengan penggunaan kostum ini, kedatangan tim selalu ditunggu-tunggu dan berebut dilayani oleh super hero,” terangnya.
Ia menyebut ide kreatif tersebut menjadi yang pertama diterapkan di NTB dan berhasil menarik minat siswa, bahkan beberapa siswa yang sedang sakit tetap berusaha hadir ke sekolah untuk bertemu para super hero.

