26.5 C
Mataram
Senin, 16 Februari 2026
BerandaLombok TimurLantai Tanah dan Dinding Bambu Jadi Saksi Perjuangan Suliati Hidupi Dua Anak...

Lantai Tanah dan Dinding Bambu Jadi Saksi Perjuangan Suliati Hidupi Dua Anak di Lendang Belo

Lombok Timur (Inside Lombok) – Suliati (33), warga RT Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Lombok Timur, bertahan hidup bersama dua putrinya setelah suaminya meninggal dunia empat tahun lalu. Ditemui Senin (16/2/2026) malam, ia menjalani peran sebagai tulang punggung keluarga di rumah berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah, dengan mengandalkan bantuan sosial dan pertolongan tetangga.

Seusai salat Isya, Suliati terlihat menunggu putri sulungnya yang berusia 13 tahun pulang mengaji, sembari menyuapi obat untuk anak keduanya yang berusia 10 tahun dan sedang demam. Rumah tanpa sekat kamar yang layak itu menjadi tempat tinggal mereka sehari-hari.

Empat tahun lalu suami dari Suliati meninggal dunia dan sejak itu ia menghidupi keluarga seorang diri di tengah keterbatasan fisik pada tangannya. “Suami saya sudah meninggal empat tahun lalu. Sekarang saya berjuang sendiri bersama anak-anak,” tuturnya.

Suliati menyebut bantuan sosial yang diterimanya tidak lagi rutin seperti sebelumnya. Saat suaminya masih hidup, ia sempat memperoleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sementara saat ini hanya menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. “Dulu dapat BPNT, sekarang hanya BLT Kesra,” katanya pelan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia lebih banyak bergantung pada bantuan tetangga dan sebidang lahan peninggalan suaminya yang luasnya terbatas. Kondisi rumahnya juga belum layak, dengan dapur dan kamar mandi tanpa pintu serta atap seadanya. “Kalau hujan deras, air bisa masuk ke dalam rumah,” ujarnya lirih.

Meski tidak menamatkan pendidikan sekolah dasar, Suliati berharap kedua putrinya dapat memperoleh pendidikan lebih baik. “Saya dulu tidak tamat SD. Anak-anak saya harus lebih baik dari saya,” ucapnya penuh harap. Hingga kini, ia terus berupaya memenuhi kebutuhan keluarga sambil berharap adanya perhatian yang dapat meringankan beban hidupnya.

 

- Advertisement -

Berita Populer