25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurLapas Selong Lestarikan Budaya Sasak Lewat Latihan Presean

Lapas Selong Lestarikan Budaya Sasak Lewat Latihan Presean

Lombok Timur (Inside Lombok) – Lapas Kelas IIB Selong mengajak warga binaan untuk melestarikan budaya Sasak melalui latihan Presean, salah satu olahraga tradisional yang menjadi ikon Pulau Lombok. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya menumbuhkan semangat dan nilai perjuangan bagi para warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Ahmad Sihabudin, mengatakan pelestarian Presean di dalam lapas menjadi bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan agar tetap mengenal dan mencintai budaya daerah. “Olahraga tradisional Perisean yang menjadi ikon dari Suku Sasak coba kita lestarikan dengan melatih para warga binaan,” jelasnya, Jumat (07/11/2025).

Menurut Ahmad, Presean tidak hanya menjadi tradisi yang perlu dijaga, tetapi juga sarana hiburan dan simbol perjuangan Suku Sasak yang bisa menginspirasi warga binaan untuk tetap bersemangat memperbaiki diri. “Ini juga menggambarkan perjuangan dan perlawanan yang harus dihadapi para warga binaan di dalam lapas. Sehingga keluar dari sini mereka bisa berjuang untuk jadi lebih baik,” ujarnya.

Sebelum pelatihan dimulai, Ahmad sempat khawatir lantaran Presean tergolong olahraga ekstrem yang dapat menimbulkan luka bagi para pepadu (petarung). Ia mengaku sempat takut kegiatan itu disalahartikan sebagai bentuk kekerasan di dalam lapas.

“Hasil dari Presean itu kan luka-luka ya, saya takutnya nanti bentuknya seperti penganiayaan. Setelah kami berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan bilang tidak apa-apa karena sudah dilindungi bagian dari pelestarian budaya Sasak,” paparnya.

Selain Presean, Lapas Kelas IIB Selong juga memberikan pelatihan lain bagi warga binaan, seperti pertanian, ekonomi kreatif, mebel, dan wirausaha. “Mereka harus berjuang untuk menerima pembinaan dan ketika bebas tidak lagi mengulangi perbuatannya,” pungkas Ahmad.

- Advertisement -

Berita Populer