Lombok Timur (Inside Lombok) – Sejumlah pengendara mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di beberapa ruas jalan Kabupaten Lombok Timur (Lotim), terutama di jalur Ijo Balit–Korleko yang sudah beberapa minggu tidak menyala. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari.
Jalur Ijo Balit–Korleko diketahui memiliki kontur bergelombang dan sering dilalui truk pengangkut material. Tanpa penerangan yang memadai, pengendara kesulitan melihat kondisi jalan yang tidak rata sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Salah seorang pengendara, Zahid Ansori, mengatakan lampu PJU dari Ijo Balit menuju Korleko sudah lama tidak berfungsi. Akibatnya, warga merasa waswas setiap kali melewati jalur tersebut. “Sekitaran seminggu kurang lebih dalam keadaan mati, masyarakat juga banyak mengeluhkan masalah ini,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, kondisi jalan yang berlubang dan minim penerangan memperparah situasi, apalagi dengan banyaknya truk yang melintas. “Beberapa titik jalan tidak rata dan berlubang, truk juga banyak lalu lalang di sini,” katanya.
Pengendara lainnya, Sanusi, menyebut minimnya PJU tidak hanya terjadi di jalur Ijo Balit–Korleko, tetapi juga di beberapa titik lain seperti jalur perbatasan Lotim. “PJU di Lotim ini masih sangat minim, lihat saja saat memasuki wilayah Lotim sudah gelap kita temui,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera menambah dan memperbaiki PJU di titik-titik rawan kecelakaan, termasuk di jalur Mataram–Labuhan Lombok, khususnya wilayah Pringgabaya yang kerap terjadi kecelakaan. “Kita harapkan ada tindakan dari instansi terkait agar PJU ini bisa diperbanyak demi keselamatan pengendara,” pungkasnya.

