31.5 C
Mataram
Senin, 9 Maret 2026
BerandaLombok TimurMotor Terduga Pencuri Alpukat Dibakar Massa di Sembalun Bumbung

Motor Terduga Pencuri Alpukat Dibakar Massa di Sembalun Bumbung

Lombok Timur (Inside Lombok) – Warga Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, membakar sebuah sepeda motor yang diduga milik pelaku pencurian alpukat Hass pada Minggu malam (8/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Peristiwa terjadi di kebun milik Amaq Dodik (50) setelah dua orang terduga pelaku melarikan diri saat aksinya dipergoki pemilik kebun.

Kejadian bermula ketika Amaq Dodik memilih berjaga di kebunnya saat sebagian warga melaksanakan salat tarawih. Ia kemudian memergoki dua orang tak dikenal yang masuk ke area kebun dan mulai memetik alpukat Hass. Kerabat korban, Karis, mengatakan penjagaan dilakukan karena pencurian hasil kebun kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Bukan hanya sekali dua kali kehilangan. Karena itu pemilik kebun berjaga-jaga. Ternyata benar, saat pelaku baru memetik empat buah alpukat langsung ketahuan,” ujar Karis saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Saat berusaha menghadang pelaku, Amaq Dodik sempat terlibat keributan dengan keduanya. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga sehingga sejumlah warga dan saudaranya, Amaq Egi, datang ke lokasi. Mengetahui aksinya terbongkar, kedua pelaku melarikan diri ke arah selatan dan utara dengan meninggalkan sepeda motor Honda Beat di tempat kejadian.

Warga yang geram karena pencurian hasil kebun sering terjadi kemudian membakar sepeda motor yang ditinggalkan pelaku hingga hangus. Karis menyebut para petani di wilayah tersebut kerap mengalami kerugian besar akibat pencurian alpukat Hass menjelang masa panen. “Dalam satu kebun bisa hilang sampai satu kuintal. Padahal buahnya sudah siap dipanen. Bahkan ada yang tidak tersisa sama sekali,” katanya.

Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, membenarkan adanya laporan pencurian di kebun milik Amaq Dodik di Dusun Lauk Rurung Barat. “Di tempat kejadian perkara kami menemukan satu kerangka sepeda motor yang sudah terbakar, sebilah golok, kain sarung, tas carrier, serta lima buah alpukat Hass,” jelas IPTU Lalu Subadri.

Ia menambahkan, kasus pencurian hasil kebun di wilayah tersebut memang kerap terjadi dan meresahkan warga, sementara saat kejadian sebagian anggota kepolisian sedang melakukan pengamanan ibadah tarawih di sejumlah masjid.

“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku yang melarikan diri, sementara situasi di Desa Sembalun Bumbung dilaporkan kembali kondusif.

- Advertisement -

Berita Populer