Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebagai langkah menuju modernisasi dan transparansi, mulai 1 Februari 2025 wisatawan yang berkunjung ke 15 destinasi wisata non-pendakian di Lombok Timur (Lotim) harus membeli tiket melalui sistem pembayaran non-tunai di aplikasi e-Rinjani. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kehutanan dan Direktur Jenderal KSDAE untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan destinasi wisata.
Destinasi-destinasi yang terlibat dalam sistem pembayaran digital ini meliputi tempat wisata alam seperti Wisata Pemandian Otak Kokok Joben, Air Terjun Jeruk Manis, Air Terjun Mangku Sakti, dan beberapa lokasi lainnya yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Dengan diterapkannya sistem non-tunai, diharapkan akan ada peningkatan dalam transparansi transaksi serta pengelolaan yang lebih baik.
Budi Soesmardi, Pengendali Ekosistem Hutan TNGR menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperlancar operasional dan memastikan sistem yang lebih efisien, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sekaligus diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengunjung serta mengelola jumlah wisatawan dengan lebih baik. “Ini langkah yang diterapkan sebagai bentuk transparansi dan modernisasi pembayaran di destinasi non-pendakian,” ucapnya, Kamis (23/01/1025).
Meski demikian, Asri, seorang pegiat wisata lokal, menilai bahwa kebijakan ini memiliki potensi positif dalam mencegah kebocoran pendapatan daerah dan meningkatkan transparansi pelayanan. Namun, ia menekankan bahwa perlu adanya pengawasan yang ketat terhadap implementasi regulasi ini. “Langkah ini positif, tapi tentunya harus diperketat implementasinya,” tuturnya.
Ia khawatir apabila ada pihak-pihak yang masih mencoba campur tangan dalam pengelolaan TNGR, maka tujuan utama dari kebijakan ini, yakni menciptakan pelayanan yang transparan, bisa terganggu.
Asri juga mengingatkan pentingnya pengawasan untuk menanggulangi praktik calo tiket yang kerap merugikan wisatawan dan merusak citra destinasi wisata. Ke depan, pengawasan yang lebih intensif diharapkan dapat memastikan kebijakan pembayaran digital ini berjalan lancar tanpa ada kendala. (den)

