24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurOknum Petugas Penagih PDAM Lotim Diduga Tilep Uang Pelanggan Ratusan Juta Rupiah

Oknum Petugas Penagih PDAM Lotim Diduga Tilep Uang Pelanggan Ratusan Juta Rupiah

Lombok Timur (Inside Lombok) – PDAM Lombok Timur (Lotim) menemukan adanya dugaan penyelewengan dana oleh sejumlah petugas penagihan lapangan yang diduga menggunakan uang pembayaran pelanggan untuk kepentingan pribadi. Kasus ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan internal oleh manajemen perusahaan daerah tersebut.

Direktur PDAM Lotim, Sofyan Hakim, mengatakan beberapa petugas diketahui tidak menyetorkan uang pembayaran pelanggan ke kantor cabang. Ia menyebut praktik itu kemungkinan telah berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai direktur.

“Saya tidak tahu apakah itu tradisi dari dulu sebelum saya di sini. Setoran itu diambil oleh bidang penagihan yang ada di setiap cabang, setoran yang berbentuk tunai yang dikumpulkan dari pelanggan itu menumpuk dan tidak disetorkan ke kantor,” jelasnya, Jumat (31/10).

Menurut Sofyan, tindakan oknum tersebut dapat mencoreng nama PDAM dan memicu protes dari pelanggan. Ia menegaskan telah memberikan teguran keras dan peringatan tertulis kepada petugas yang terlibat.

“Saya telah berikan imbauan, teguran, bersurat, fakta integritas mereka yang telah ditandatangani dengan risiko pemecatan. Dari semenjak imbauan terakhir kami keluarkan dan apabila tidak ditindaklanjuti, maka sanksinya adalah pemecatan dan harusnya saya laporkan ke polisi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sedikitnya terdapat 25 petugas yang diduga terlibat dalam penyelewengan dana setoran pelanggan. Akumulasi kerugian akibat ulah mereka diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

“Akumulasi dari ulah oknum-oknum tersebut dalam sebulan menyentuh ratusan juta. Kita data pemasukan dari pelanggan itu per bulan, misal tidak sesuai di kuitansi pelanggan dan pelaporan di kantor, maka terdeteksi pelakunya,” tambah Sofyan.

Sebagai langkah pencegahan, PDAM Lotim berencana memperluas sistem pembayaran non tunai agar transaksi pelanggan lebih transparan. Saat ini, layanan tersebut sudah berjalan namun belum diterapkan di seluruh unit penagihan. Sofyan menegaskan sistem ini akan diterapkan secara merata untuk mencegah kasus serupa terjadi di kemudian hari.

- Advertisement -

Berita Populer