25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPabrik Pengolahan Porang Modern di Lotim Siap Dorong Ekonomi Petani

Pabrik Pengolahan Porang Modern di Lotim Siap Dorong Ekonomi Petani

Lombok Timur (Inside Lombok) – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas porang di Lombok Timur (Lotim) kini memasuki babak baru. Di mana, pabrik porang yang terletak di Kecamatan Pringgabaya tersebut merupakan terbesar di wilayah Sunda Kecil dan telah resmi beroperasi serta siap mendorong perekonomian petani.

Bupati Lotim, Haerul Warisin, menyebut bahwa sentra IKM porang yang ada di daerahnya sebagai yang terbesar di wilayah Sunda Kecil, dengan fasilitas pengolahan modern untuk menghasilkan chip dan tepung porang. Pembangunan pabrik tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian serta APBD Lotim. Fasilitasnya meliputi ruang produksi, gudang penyimpanan, mesin pengering, dan laboratorium. Untuk memastikan penyerapan hasil panen, Pemkab menjalin kemitraan dengan PT Sanindo Pangan Rinjani sebagai pembeli utama.

Direktur Utama PT Sanindo Pangan Rinjani, Dian Rahardian, menyebut kebutuhan bahan baku sangat besar, mencapai 60–80 ton per hari. Tantangannya, masa panen porang hanya berlangsung enam bulan sekali. “Kami siap menampung hasil panen petani dan memastikan pemasaran tidak menjadi masalah,” ujarnya, Kamis (14/08/2025).

Warisin menegaskan, keberadaan pabrik ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Ia mengingatkan, porang kini memiliki nilai jual tinggi, bahkan mengungguli harga beras dan jagung. “Satu bonggol bisa mencapai tujuh kilogram, dengan harga Rp11–12 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ia juga memastikan harga beli pabrik akan selalu di atas harga pasar. Ia memaparkan jika ada di luar pabrik yang beli membeli porang petani seharga Rp7 ribu, maka dari pabrik akan membelinya seharga Rp8 ribu atau lebih tinggi sesuai dengan harga pasaran. Pemda berkomitmen memperluas lahan tanam porang dengan mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk pengadaan bibit. Bupati meminta Dinas Pertanian segera membentuk kelompok tani, memberikan bantuan, serta mendorong peningkatan produksi.

Dengan beroperasinya pabrik ini, Lotim diharapkan dapat menjadi sentra pengolahan porang nasional yang mampu mendorong perekonomian daerah sekaligus memberikan kesejahteraan nyata bagi petani.

- Advertisement -

Berita Populer