25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPelaku Wisata di Lotim Apresiasi Langkah Tegas Bupati Tata Lokasi Surfing di...

Pelaku Wisata di Lotim Apresiasi Langkah Tegas Bupati Tata Lokasi Surfing di Pantai Ekas

Lombok Timur (Inside Lombok) – Ketegasan Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin dalam menangani persoalan dominasi pemandu surfing (surf guide) asal Lombok Tengah (Loteng) di kawasan Pantai Ekas, Jerowaru, mendapat apresiasi luas dari pelaku wisata lokal. Kedatangan langsung Bupati ke lokasi dianggap menjadi angin segar bagi para pelaku usaha pariwisata di Desa Ekas yang selama ini merasa terpinggirkan di rumah sendiri.

Jaya Kusuma, salah satu pelaku usaha pariwisata Ekas, menyebut bahwa kehadiran Bupati sangat berarti atas perhatian dan ketegasannya yang sangat penting agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga dan para pelaku usaha lokal tidak terus-menerus dirugikan. Menurutnya, selama ini para surf guide dari Loteng kerap memonopoli spot surfing di Ekas, meski tamu yang menginap justru berasal dari hotel-hotel di Lotim. Akibatnya, tamu lokal hanya bisa menonton karena tidak kebagian giliran berselancar.

Bupati Lotim pun dalam pernyataannya menegaskan bahwa Pemkab Lotim tidak melarang siapa pun datang ke Ekas, namun harus ada skema yang menguntungkan daerah dan masyarakat lokal. “Pemandu dari luar daerah hanya diperbolehkan membawa tamu berselancar di Ekas jika tamunya menginap di Lotim, agar ada kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah dan masyarakat sekitar,” terang Haerul, Rabu (18/06/2025).

Kebijakan ini, menurut Haerul, bukan upaya pengusiran, melainkan pengaturan yang dilakukannya demi pariwisata yang adil bagi masyarakatnya dan aman serta nyaman bagi para wisatawan. “Tidak adil jika potensi wisata Ekas hanya dinikmati pihak luar, sementara pelaku lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Haerul juga menurunkan sekitar 50 personel Satpol PP untuk melakukan penjagaan dan pengawasan di lokasi surfing. Tujuannya, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan semua pihak, baik wisatawan maupun pelaku wisata lokal.

Langkah tegas Pemkab Lotim ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan destinasi wisata harus berimbang dan adil. Selain menjaga kenyamanan tamu, kebijakan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali perekonomian lokal dan menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan inklusif. Dengan hadirnya regulasi yang berpihak pada masyarakat, kawasan Ekas kini kembali menjadi harapan baru bagi geliat pariwisata berkelanjutan di Lotim. (den)

- Advertisement -

Berita Populer