Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebanyak 100 pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Ekstrem yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan generasi muda agar mandiri dan berdaya secara ekonomi dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Wakil Bupati Lotim, Moh. Edwin Hadiwijaya, mengatakan pemuda harus menjadi aktor utama dalam transformasi sosial dan ekonomi daerah. Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif pemuda sebagai motor perubahan.
“Kita ingin melahirkan 20.000 wirausaha baru di Lotim. Pemuda bukan sekadar penerima program, tetapi motor perubahan,” tegasnya.
Edwin menambahkan, program tersebut dapat dijadikan pilot project yang akan direplikasi dalam program daerah lainnya seperti pelatihan di Loka Latihan Kerja Selong. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar hasil pelatihan berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas sektor dan lintas lembaga harus diperkuat agar hasilnya berkelanjutan. Jadi saya tegaskan pemuda bukan beban pemerintah, tapi motor dari perubahan dan harus dibina,” ujarnya.
Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Yohan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dengan menyasar pemuda berusia 16–30 tahun. Menurutnya, pemberdayaan berbasis potensi lokal dapat melahirkan ide-ide inovatif dan membuka lapangan kerja baru.
“Kami ingin para pemuda keluar dari zona penerima bantuan menjadi pencipta peluang. Dari yang mencari kerja, menjadi pembuka lapangan kerja,” kata Yohan.
Pelatihan tersebut juga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, antara lain Manager Mikro BRI Cabang Selong yang membahas akses permodalan, pelaku usaha muda lokal, dan Founder Rumah SDM Indonesia yang berbagi strategi pengembangan diri. Dengan sekitar 15.000 kepala keluarga yang masih tergolong miskin ekstrem, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim diharapkan dapat menjadikan generasi mudanya sebagai kekuatan baru untuk keluar dari kemiskinan.
Pemkab Lotim menegaskan bahwa semangat kemandirian yang ditanamkan melalui program ini menjadi langkah konkret menjadikan pemuda Lotim bukan sekadar penerima manfaat, tetapi penggerak utama dalam perubahan menuju kemandirian dan kesejahteraan daerah.

